A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Honda-Yamaha Kesal Penambahan Berat Motor - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 18 April 2014
Tribun Timur

Honda-Yamaha Kesal Penambahan Berat Motor

Selasa, 6 Maret 2012 07:41 WITA
Honda-Yamaha Kesal Penambahan Berat Motor
HONDA DAN YAMAHA
TRIBUN-TIMUR.COM, -  Honda dan Yamaha meradang dengan keputusan untuk meningkatkan berat minimum motor generasi baru MotoGP mesin 1.000 cc. Pasalnya, mereka harus berinvestasi lebih besar lagi, baik dari segi finansial maupun sumber daya manusia, untuk pengembangan mesin baru tersebut.

Awalnya, berat minimum untuk mesin generasi baru tersebut adalah 153 kilogram, sehingga dua tim tersebut sudah mempersiapkannya dengan baik. Tetapi, setelah pertemuan Grand Prix Commission pada bulan Desember lalu, keputusan berat minimum itu diubah karena ditingkatkan menjadi 157 kilogram, yang berarti harus ditambah 4 Kg.

Nah, akibat perubahan tersebut, Honda dan Yamaha harus bergerak cepat untuk memenuhi standard itu, sehingga bisa diujicoba saat tes resmi pra-musim di Sepang, Malaysia, bulan lalu. Inilah yang sempat membuat juara dunia MotoGP 2007 dan 2011, Casey Stoner, memberikan kritikan.

"Ini membuat lebih frustrasi. Kami sudah memiliki motor yang dikembangkan, dan kemudian mereka memutuskan untuk mengubah regulasi. Jadi, kami harus menambah berat 4 Kg lagi pada motor," ujar pebalap Repsol Honda tersebut.

"Ini sebuah kerugian bagi kami, karena motor sudah dikembangkan dengan sebuah spesifikasi berat sesuai keinginan. Tetapi sekarang, kami harus menambah berat lagi.

"Ini memberikan efek kepada motor. Itu bukanlah hal yang anda banyak perhatikan secara umum saat mengendarainya, tetapi cukup dirasakan di pertengahan tikungan. Kami harus mencoba untuk menyesuaikan lagi, dan mengatasi ini. Yang mengecewakan, keputusan ini dibikin begitu lambat."

Bos HRC Shuhei Nakamoto mendukung kritikan Stoner selama uji coba resmi kedua pra-musim di Sepang, pekan lalu, di mana Honda kembali mendominasi karena Stoner dan Dani Pedrosa ada di peringkat 1-2. Kepada MCN, Nakamoto mengatakan bahwa dengan adanya hal yang baru, maka mereka harus memulainya dari nol.

"Ketika anda melakukan sesuatu yang berbeda, anda harus menguji keandalannya dari nol. Filosofi kami adalah melakukan tes minimum 2.000 kilometer, dan biayanya tidak murah. Saya sangat kecewa tentang hal ini.

"Kami melakukan tes di Valencia, dan setelah uji coba ini, tiba-tiba aturannya diubah dan ini tidak fair. Saya tidak tahu mengapa aturan diubah."

Setali tiga uang, Yamaha pun merasakan hal yang sama. Rasa frustrasi itu dikatakan bos balapan senior mereka, Masahiko Nakajima, saat uji coba resmi pra-musim minggu lalu di Sepang.

"Secara pribadi saya begitu frustrasi mengenai keputusan Grand Prix Commission. Pada Desember, itu tidak mungkin. Kami sudah membuat sejumlah bagian untuk dipasangkan, dan beberapa suku cadang. Jadi, untuk membuat perubahan 4 Kg itu, tidak mungkin. Itu agak sulit. Bagi saya, itu bukan aturan teknis untuk sebuah alasan olahraga, dan saya sangat frustrasi tentang ini," ujarnya kepada MCN.

Rumor di paddock mengarah ke Ducati, yang ditengarai sebagai pemicu perubahan aturan tersebut. Tim yang bermarkas di Bologna itu diduga terus menekan agar ada perubahan aturan untuk menaikkan berat minimum, karena Ducati baru Desmosedici GP12 lebih berat dari 153 Kg. Apalagi, ketika berat minimum dipastikan 157 Kg, Ducati belum memulai membangun spesifikasi Ducati baru, sehingga mereka tak menghabiskan banyak biaya.

Bos tim pabrik, Vittoriano Guareschi, mengatakan kepada MCN: "Ini adalah sebuah keputusan Dorna untuk memangkas biaya, tetapi bagi Ducati, ini lebih mudah untuk mengadaptasi motor, karena ketika aturan itu diubah, kami baru memulai membangun moitor.

"Jadi bagi kami, itu lebih mudah untuk menaikkan berat mesin sebanyak 4 Kg. Tentu saja mereka (motor Jepang) sudah menyelesaikan motornya dan bagi mereka, itu tidak mudah untuk meningkatkan berat mesin. Tetapi kami tidak ambil bagian dalam keputusan ini. Motor kami baru saja dimulai untuk dibangun, dan mesin-mesin yang lain sudah siap. Kami tidak meminta tentang ini." (*)
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
82686 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas