Cerita Legenda Preman Jakarta

Hercules, Basri Sangaji, dan John Kei

Meski tubuhnya kecil, nyali pemuda kelahiran Timtim (kini Timor Leste) 45 tahun lalu ini diakui sangat besar. Dalam tawuran antar-kelompok...

Hercules, Basri Sangaji, dan John Kei
Tiga preman penagih utang di ibukota Jakarta

Kelompok Hercules, (Basri) Sangaji, dan John Kei, merupakan 3 'geng' Debt Collector (penagih utang) ibukota Jakarta yang biasanya melayani tagihan di atas Rp 500 juta.

Namun, jauh sebelum muncul dan merajalelanya ketiga kelompok itu, jasa penagihan utang terbesar dan paling disegani adalah kelompok pimpinan mantan gembong perampok Johny Sembiring.

Kelompok Johny Sembiring bubar saat Johny Sembiring dibunuh sekelompok orang di persimpangan Matraman Jakarta Timur tahun 1996 lalu.

Namun, yang paling populer namanya dalam satu dasawarsa ini mungkin adalah Hercules, Basri Sangaji, hingga John Kei. Berikut beberapa profil dan kisah singkat para 'pahlawan' dunia hitam di Jakarta itu:

-HERCULES
Bernama lengkap Hercules Rosario Marshal. Ia seorang pejuang yang pro terhadap NKRI ketika terjadi ketegangan Timor-timur sebelum akhirnya merdeka pada tahun 1999. Sosoknya yang berkarisma hingga Hercules dipercaya pasukan TNI, di konflik Timor-timur kala itu, memegang logistik oleh KOPASUS dalam operasi di Tim-tim.

Dalam operasi di Tim-tim itu, Hercules tertimpa nasib yang kurang beruntung hingga berakibat pada kondisi fisik dan penampilannya. Mata kanannya cacat dan begitu juga tangan kanannya, hilang hingga siku. Musibah yang dialaminya di Tim-tim kala membuatnya harus dirawat intensif di RSPAD Jakarta hingga pulih.

Saat pulih, petualangannya di ibukota Jakarta pun dimulai. Pengakuan Hercules, dirinya masuk ke Jakarta sekitar tahun 1987. Awalnya Hercules berkecimpung di Hankam Seroja yang menampung dan memberdayakan penyandang cacat seperti dirinya yang mendapat luka cacat dalam Operasi Seroja di Timor-timur.

Di Hankam Seroja, ia mendapatkan pelatihan keterampilan. “Saat itu saya sudah main ke Tanah Abang dan setelah selesai di Hankam, saya ke Tanah Abang lagi. Saya merebut daerah hitam dan di situ pertarungan sengit. Hampir tiap malam ada orang mati,” kata Hercules.

Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules mulai membangun daerah kekuasannya di Tanah Abang. Dari kelompok kecil, hingga Hercules membawahi sekitar 17.000 orang ‘pasukannya’ yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Dan dari situlah perjalanan hidupnya menjadi Hercules yang di kenal sampai sekarang, ia jalani. Hidup di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang yang terkenal dengan daerah ‘Lembah Hitam’, seperti diungkapkan Hercules daerah itu disebutnya sebagai daerah yang tak bertuan, bahkan setiap malamnya kerap terjadi pembacokan dan perkelahian antar preman.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Ridwan Putra
Editor: Ridwan Putra
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help