Minggu, 23 November 2014
Tribun Timur

Kasus Ijazah Palsu Bupati Gowa Diungkit Lagi

Senin, 5 Maret 2012 06:06 WITA

Kasus Ijazah Palsu Bupati Gowa Diungkit Lagi
dok.tribun
Bupati Gowa, Ichsan Yasin Limpo
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan dari Aliansi Mahasiswa untuk Keadilan (AMuK) akan menggelar unjuk rasa di Markas Polda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (5/3/2012), siang. Unjuk rasa ini untuk meminta polisi memeriksa Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo dalam kasus dugaan kepemilikan ijazah palsu.

"Kami ini dari sejumlah lembaga kemahasiswaan di Makassar akan menuntuk polisi untuk melanjutkan penanganan kasus kepemilikan ijazah palsu yang melibatkan adik Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo," kata koordinator aksi Akbar dalam pesan singkat yang dikirim kepada Tribun, Senin, hari ini.

Kasus dugaan ijazah palsu yang digunakan Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, mulai mencuat setelah Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 27 Makassar (dahulu SMP Negeri Jongaya) Neny Aspirin Thamrin memberikan pernyataan jika IYL tidak pernah menamatkan pendidikannya di SMP Negeri 27 Makassar pada Tahun Ajaran (TA) 1975/1976.

Bukan hanya Kepsek SMP Negeri 27 Makassar yang memberikan keterangan diatas kertas bermaterai, tetapi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Makassar Mahmud BM juga memberikan keterangan jika IYL tidak pernah menamatkan pendidikannya. Surat itu berisi pernyataan bahwa nama IYL tidak terdaftar dalam peserta ujian di SMP Jongaya tahun 1976.

Surat bernomor 4221/VI/SMP 27/2010 tertanggal 7 Juni 2010 ini juga ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Makassar Mahmud BM. Surat dilengkapi dengan stempel SMPN 27 dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Karena nomor stambuk yang dimaksudkan 1191 adalah milik salah seorang siswa yang terdaftar saat itu adalah Abdul Rahman kelahiran Sapaya, Gowa yang sudah meninggal dan bukan atas nama IYL.(*/tribun-timur.com)
Penulis: Edi Sumardi
Editor: Muh. Irham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas