Turnamen Hassanal Bolkiah
Lawan Myanmar, Timnas Target Menang
tiga poin akan menjadi harga mati bagi pasukan "Garuda Muda" jika ingin terus bertengger di puncak klasemen
Dalam laga itu, tiga poin akan menjadi harga mati bagi pasukan "Garuda Muda" jika ingin terus bertengger di puncak klasemen dan mengamankan satu tiket di semifinal
Saat ini, tim besutan Widodo Cahyono Putro tersebut berada di puncak klasemen grup A dengan mengantongi empat poin hasil satu kali kemenangan dan satu kali imbang.
Tiga poin pertama diraih seusai menggebuk Laos, 2-0, pada Jumat (24/2/2012). Sedangkan, hasil imbang dipetik saat melawan Singapura 1-1, dua hari setelahnya, Minggu (26/2/2012).
Sementara itu, Myanmar bukan merupakan tim yang lemah. Myanmar sejauh ini baru melakoni satu laga bertengger di peringkat dua dengan tiga poin. Perolehan poin tersebut didapat saat mempermalukan Filipina 8-2, Jumat (24/2/2012) lalu.
Torehan delapan gol ke gawang Filipina itu menunjukan bahwa lini depan Myanmar cukup berbahaya. Pasalnya, jika dibandingkan, Kyaw Zayar Win dan kawan-kawan jelas lebih produktif jika dibandingkan dengan Indonesia yang sejauh ini hanya mampu mencetak tiga gol dari dua pertandingan.
Selain itu, Myanmar juga mempunyai keuntungan lain dalam laga nanti. "The White Angel" akan melakoni laga tersebut dengan kondisi yang lebih prima karena baru sekali bertanding. Sedangkan, laga melawan Myanmar akan menjadi pertandingan ketiga Indonesia.
Pelatih timnas U-21, Widodo Cahyono Putro, pada Minggu (26/2/2012), secara khusus menyoroti ketajaman lini depan Myanmar. Ia juga menilai dalam pertandingan nanti, Myanmar akan memiliki kondisi fisik yang lebih bugar lantaran memiliki waktu istirahat lebih lama ketimbang anak asuhnya.
"Myanmar tim terbaik di antara para kontestan lain di turnamen ini. Lini depan mereka patut diwaspadai. Apalagi, mereka membawa lima pemain seniornya," kata Widodo.
Mental pemain harus kuat
Meski
menargetkan tiga poin, Andik Vermansyah dan kawan-kawan sebenarnya
masih memiliki sejumlah kendala dalam laga kontra Myanmar ini. Kendala
itu, salah satunya adalah mental bertanding para pemainnya.
Jika melihat dua pertandingan sebelumnya, sejumlah pemain Indonesia terlihat masih kurang berkonsentrasi dalam pertandingan tersebut. Alur bola, koordinasi antar pemain, dan transisi saat menyerang ke bertahan belum diterapkan dengan sempurna. Bahkan, Indonesia beruntung mampu menahan imbang Singapura, berkat tendangan bebas pemain asal Persebaya Surabaya, Nurmufid Fastabiqul Khairot pada menit-menit akhir
Koordinator timnas, Bob Hippy di Jakarta, Senin (27/2/2012), mengaku jam terbang pemain Indonesia memang kalah jika dibandingkan dengan Myanmar. Maka dari itu, ia berharap agar timnas mampu menunjukan performa terbaiknya dalam pertandingan nanti.
"Jadi yang perlu diperhatikan adalah mental para pemainnya yang harus benar-benar kuat karena ini adalah laga krusial. Apalagi, mereka ditargetkan menjadi juara dalam turnamen ini," kata Bob Hippy.
"Satu-satunya pemain kita yang punya jam terbang lumayan cuma Andik (Vermansyah). Jadi kita harapkan dia mampu memompa mental pemain lainnya dalam pertandingan nanti," harapnya.
Indonesia: 1- Muhamad Ridwan, 2- Achmad Faris Ardiansyah, 3- Samsul Arifin, 4- Syaiful Indra Cahya, 6-Nurmufid Khoirut Fastabiqul, 8-Ridwan Awaludin, 13-Kurniawan, 19-Miko Ardiyanto, 7-Yosua Pahabol, 10-Andik Vermansah (c), 14-Abdul Kamil.
Cadangan :
12-Ajisaka, 5-Agus Nova, 11-Fadly Manna, 17-Husin J.Rahaningmas, 18-Anugrah Agung Rosyam, 21-Ryan Maylandu, 25-Achmad Hisyam.(*)