Banyak Anak Pejabat di Bulukumba Bertingkah di Sekolah
Tribun Timur - Minggu, 26 Februari 2012 15:07 WITA
Berita Terkait
- Dilarang, Siswa SMA Bulukumba Tetap Lakukan Konvoi
- 8000 Nelayan Bulukumba Kesulitan Peroleh BBM
- Atap Islamic Centre Bulukumba Senilai Rp 700 Juta
- 40 Rekomendasi Legislatif Bulukumba ke Eksekutif Baru…
- Tamsil Linrung Janji Dukung Pembangunan PPI Bontobahari
- DPRD Akan Minta Polisi Jemput Paksa Timsel KPU
- Soal Parkir di RSUD, Dispenda Bulukumba Tak Tanggungjawab
- Delapan Kelompok Ternak di Bulukumba Dapat Rp 460…
- Timsel Tak Hadiri Lagi Panggilan Dewan Bulukumba
- Calon Anggota KPU Bulukumba Tak Lolos Mengadu ke Dewan
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Para guru di Bulukumba akhir-akhir ini dipusingkan dengan tingkah laku para muridnya yang bandel. Setiap kali ditegur, mereka bukannya mendengar atau menurut, malah makin bandel. Ironisnya, anak-anak sekolah yang bandel ini adalah anak para pejabat lingkup Pemkab Bulukumba.
Para siswa tersebut seringkali berbuat kesalahan maupun membuat kekerasan terhadap sesamanya.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Kabupaten Bulukumba A Akbar Amier, kepada wartawan di Bulukumba.
Diungkapkan bahwa beberapa anak pejabat di daerah itu yang sering membuat permasalahan, seperti di SMAN 2 Bulukumba, SMPN I Gantarang dan dibeberapa sekolah lainnya.
"Para anak pejabat ini yang cukup mereshkan para guru di sekolahnya, termasuk kami," kata A Akbar Amier.
Tetapi dia tidak mau menyebut nama pejabat yang anaknya terlibat itu. Dia berharap agar terpublikasinya di media, pejabat yang bersangkutan dapat lebih mampu membina moral anaknya.
Bahkan kata dia bahwa biasanya tidak dipukul dan tidak dilukai siswa para anak pejabat tersebut. Melainkan hanya ditepuk pundaknya karena bersalah. Tetapi siswa yang bersangkutan biasanya cengeng dan melaporkan kejadian itu kepada orang tua mereka.
"Inilah yang kerap terjadi di Bulukumba, karena merasa orang tuanya adalah pejabat sehingga kerap mebuat susah gurunya," kata Akbar Amier. (*/tribun-timur.com)
Para siswa tersebut seringkali berbuat kesalahan maupun membuat kekerasan terhadap sesamanya.
Hal itu dikemukakan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga, Kabupaten Bulukumba A Akbar Amier, kepada wartawan di Bulukumba.
Diungkapkan bahwa beberapa anak pejabat di daerah itu yang sering membuat permasalahan, seperti di SMAN 2 Bulukumba, SMPN I Gantarang dan dibeberapa sekolah lainnya.
"Para anak pejabat ini yang cukup mereshkan para guru di sekolahnya, termasuk kami," kata A Akbar Amier.
Tetapi dia tidak mau menyebut nama pejabat yang anaknya terlibat itu. Dia berharap agar terpublikasinya di media, pejabat yang bersangkutan dapat lebih mampu membina moral anaknya.
Bahkan kata dia bahwa biasanya tidak dipukul dan tidak dilukai siswa para anak pejabat tersebut. Melainkan hanya ditepuk pundaknya karena bersalah. Tetapi siswa yang bersangkutan biasanya cengeng dan melaporkan kejadian itu kepada orang tua mereka.
"Inilah yang kerap terjadi di Bulukumba, karena merasa orang tuanya adalah pejabat sehingga kerap mebuat susah gurunya," kata Akbar Amier. (*/tribun-timur.com)
Penulis : Samsul Bahri
Editor : Muh. Irham
