Taufan Tiro Minta Rekaman CCTV Diputar
Tribun Timur - Kamis, 23 Februari 2012 12:50 WITA
Share |
Makassar,Tribun-Timur.com--Dihubungi Tribun melalui ponselnya, anggota Fraksi PAN DPR RI asal Sulsel, Andi Taufan Tiro, akhirnya memberikan penjelasan dan klarifikasi seputar kabar yang menyebutkan dirinya menampar petugas bea cukai di terminal kedatangan internasional Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, Rabu (22/2/2012).

"Saya tak menampar, hanya mendorong. Kalau memang nanti dikonfrontir, saya meminta rekaman CCTV di lokasi kejadian diputar," katanya kepada Tribun, sekitar pukul 11.45 Wita.

Saat dihubungi, Taufan dalam perjalanan ke Gedung DPR RI di Senayan, Jakarta. Dia mengaku akan memberikan klarifikasi dan penjelasan ke fraksi PAN, sebelum dimintai klarifikasi ke Badan Kehormatan DPR RI. Berikut penjelasan Taufan.

Sejak tadi malam, sudah banyak teman, kolega, dan teman-teman wartawan yang mengklarifikasi kejadian ini. Saya juga kaget. Sebab saya mengira, setelah ada saling memaafkan di ruang kerja unit bea dan cukai masalah ini sudah selesai. Tapi ternyata, kemudian ada petugas bea cukai yang menyebarkan ini melalui twitter dan BBM.

Kejadian sekitar jam 19.15 wita. Ini tak lama setelah saya dan tujuh orang anggota badan kerja sama antar parlemen DPR RI mendarat di Bandara Soekarno Hatta. Rombongan ini lintas fraksi dan komisi. Saya mewakili Fraksi PAN dan dari komisi V yang membidani infrastruktur, dan perhubungan. Kami ke jepang, bertemu dengan parlemen Jepang.
Karena ada kendala di bagasi, saya terlambat dan terpisah dengan rombongan teman-teman yang lain. Teman yang lain lebih dulu keluar. Saat itu di antrean saya berdua dengan Sahibul Imam (anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS). Dia juga sempat mengeluhkan buruknya antrean. Saat itu saya hanya mengenakan kaos. Tak ada atribut DPR RI.
Saya juga tak mengaku anggota DPR RI. Saya baru menyebutkan sebagai anggota DPR setelah saya diinterogasi di dalam ruangan, setelah sebelumnya ditarik keluar dengan cara-cara yang menurut saya tidak beretika. Kejadian ini bermula saat antrean panjang. Ada sekitar 300 penumpang internasional yang ikut dalam barisan itu.

Penulis : Thamzil Thahir
Editor : Imam Wahyudi