JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Alie mengaku tak merasa tersaingi oleh Wakil Presiden RI 2004-2009 M Jusuf Kalla. Pada Musyawarah Kerja Nasional I PPP di Kediri, Jawa Timur, 21-23 Februari 2012, JK disebut-sebut didukung 18 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP sebagai calon presiden 2014.
"Siapa pun boleh disebutkan. (Saya) tidak merasa tersaingi. Ya, tidak apa-apa. Saya tidak disebut juga tidak apa-apa. Namanya aspirasi, nanti kita godok," kata Suryadharma, yang juga Menteri Agama, kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/2/2012).
Suryadharma mengatakan, fokus PPP saat ini adalah perolehan suara dan kursi pada pemilu legislatif 2014. Setelah mengetahui modal politik tersebut, PPP baru akan memutuskan kader yang akan diusung sebagai calon presiden atau calon wakil presiden. PPP, sambungnya, tidak akan tergesa-gesa.
"Apalagi, alim ulama sedang melakukan halaqah sedang membuat kriteria-kriteria dan sekaligus pemikiran untuk Indonesia ke depan. Jadi, belum ada keputusannya berkaitan dengan nama," tegas Suryadharma.
Pada Musyarawah Kerja kali ini, PPP berkomitmen makin mempererat hubungan dengan Nahdlatul Ulama. Hubungan PPP dengan Nahdlatul Ulama (NU) sudah berlangsung selama 39 tahun ketika PPP terbentuk melalui fusi empat unsur, yakni NU, MI, SI, dan Perti. Hingga sekarang, empat unsur tersebut tetap menjadi elemen penting PPP.
"Selama 39 tahun, elemen dari empat unsur pendiri tersebut masih menjadi tulang punggung PPP. Munculnya parpol baru tidak menggoyahkan semangat tokoh sentral PPP, terutama dari kalangan NU. Mereka tetap berjuang di PPP meskipun banyak godaan untuk pindah partai. Militansi kader seperti ini patut diapresiasi," kata Suryadharma, Senin (20/2/2012).
Suryadharma mengungkapkan, hubungan NU dan PPP hingga sekarang sangat bagus. Banyak kader PPP yang lahir dan dibesarkan di lingkungan NU. Begitu pula sebaliknya, banyak kader NU yang menempati posisi strategis di PPP.(*/tribun-timur.com)