Dilarang Pakai Gajayana, Aremania Ngadu ke DPRD
Tribun Timur - Rabu, 22 Februari 2012 14:13 WITA
MALANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan suporter fanatik Arema
Indonesia versi Indonesia Premier League (IPL) yang tergabung di dalam
Aremania mengadu ke DPRD Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (22/2/2012). Aksi
ini digelar menyusul pelarangan bagi Arema untuk berlaga di Stadion
Gajayana akibat kemelut yang belum kunjung usai.
Rombongan Aremania diterima anggota Komisi D di ruang Aula DPRD Kota Malang. Dalam pengaduan tersebut, Aremania meminta agar Wali Kota Malang Peni Suparto tidak ikut campur dalam persoalan Arema IPL. "Walaupun mengatasnamakan pribadi, bukan sebagai Wali Kota Malang, yang dipahami publik tetap atas nama Wali Kota Malang. Tak ada tawar menawar, kami mendesak agar Pak Peni jangan ikut campur persoalan Arema," tegas Dwi Santoso, juru bicara Aremania, Rabu (22/2/2012).
Santoso juga mempertanyakan mengapa Peni baru saat ini ikut campur dalam persoalaan Arema. Padahal sebelumnya, saat Arema masih belum ke kelola PT Ancora, Peni hanya diam. "Setelah Arema dikelola PT Ancora dia mau ikut campur," kata Santoso.
Santoso memandang, dua kali pembatalan pertandingan antara Arema dengan Bontang FC dan Persema Malang, tak hanya merugikan Aremania, tapi pun masyarakat luas. "Seperti penjual tiket, para PKL dan pihak lain yang mencari rejeki saat Arema bertanding," katanya.
Stadion Gajayana, jelas Santoso adalah untuk warga Malang. "Arema menggunakan Stadion Gajayana dengan menyewa, tidak gratis. Tak ada alasan kalau tak diperbolehkan pakai Gajayana," katanya lagi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Komisi D Triyudiani mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi Aremania untuk bertemu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang pada Jumat (24/2/2012) nanti. "Tidak dibenarkan kalau Pemkot Malang melarang Arema IPL menggunakan Stadion Gajayana. Karena Arema sudah sewa. Siapapun berhak gunakan Stadion Gajayana asal sesuai dengan prosedur yang ada, yakni menyewa," tegas Triyudiani.
Menurutnya, DPRD Kota Malang sudah sangat mendukung pembenahan Stadion Gajayana, salah satunya pergantian rumput berstandar internasional. "Anggaran yang disetujui dewan untuk memperbaiki Stadion Gajayana senilai Rp 1,8 miliar," kata Triyudiani.
Anggota Komisi D lainnya, Suharni menambahkan, konflik di tubuh Arema IPL tak bisa dilepaskan dari kepentingan politik di Kota Malang. Maklum, pada 2013 mendatang, akan digelar pemilihan wali kota-wakil wali kota Malang. "Kalau soal itu, jelas ada kepentingan politik tingkat atas di Kota Malang. Tapi saya tak bisa membeberkan soal ini ke publik. Yang jelas publik sudah tahu. Yang penting, kita akan mengupayakan Arema IPL bisa gunakan di Gajayana," tegasnya.(*/tribun-timur.com)
Rombongan Aremania diterima anggota Komisi D di ruang Aula DPRD Kota Malang. Dalam pengaduan tersebut, Aremania meminta agar Wali Kota Malang Peni Suparto tidak ikut campur dalam persoalan Arema IPL. "Walaupun mengatasnamakan pribadi, bukan sebagai Wali Kota Malang, yang dipahami publik tetap atas nama Wali Kota Malang. Tak ada tawar menawar, kami mendesak agar Pak Peni jangan ikut campur persoalan Arema," tegas Dwi Santoso, juru bicara Aremania, Rabu (22/2/2012).
Santoso juga mempertanyakan mengapa Peni baru saat ini ikut campur dalam persoalaan Arema. Padahal sebelumnya, saat Arema masih belum ke kelola PT Ancora, Peni hanya diam. "Setelah Arema dikelola PT Ancora dia mau ikut campur," kata Santoso.
Santoso memandang, dua kali pembatalan pertandingan antara Arema dengan Bontang FC dan Persema Malang, tak hanya merugikan Aremania, tapi pun masyarakat luas. "Seperti penjual tiket, para PKL dan pihak lain yang mencari rejeki saat Arema bertanding," katanya.
Stadion Gajayana, jelas Santoso adalah untuk warga Malang. "Arema menggunakan Stadion Gajayana dengan menyewa, tidak gratis. Tak ada alasan kalau tak diperbolehkan pakai Gajayana," katanya lagi.
Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Komisi D Triyudiani mengatakan, pihaknya akan memfasilitasi Aremania untuk bertemu dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Malang pada Jumat (24/2/2012) nanti. "Tidak dibenarkan kalau Pemkot Malang melarang Arema IPL menggunakan Stadion Gajayana. Karena Arema sudah sewa. Siapapun berhak gunakan Stadion Gajayana asal sesuai dengan prosedur yang ada, yakni menyewa," tegas Triyudiani.
Menurutnya, DPRD Kota Malang sudah sangat mendukung pembenahan Stadion Gajayana, salah satunya pergantian rumput berstandar internasional. "Anggaran yang disetujui dewan untuk memperbaiki Stadion Gajayana senilai Rp 1,8 miliar," kata Triyudiani.
Anggota Komisi D lainnya, Suharni menambahkan, konflik di tubuh Arema IPL tak bisa dilepaskan dari kepentingan politik di Kota Malang. Maklum, pada 2013 mendatang, akan digelar pemilihan wali kota-wakil wali kota Malang. "Kalau soal itu, jelas ada kepentingan politik tingkat atas di Kota Malang. Tapi saya tak bisa membeberkan soal ini ke publik. Yang jelas publik sudah tahu. Yang penting, kita akan mengupayakan Arema IPL bisa gunakan di Gajayana," tegasnya.(*/tribun-timur.com)
Editor : Muh. Irham
Sumber : Kompas.com