Dewie Yasin Limpo Ogah Jadi Ketua Hanura Sulsel Lagi
Tribun Timur - Rabu, 22 Februari 2012 17:01 WITA

ist
Dewie Yasin Limpo
Berita Terkait
- Legislator Hanura Perjuangkan Pedagang Ballo Jeneponto
- Harkitnas Diperingati Tiga Ribu Pelajar di Maros
- Keluarga Dukung Rahman Halid Nahkodai Hanura
- Kader Hanura: Hoist Urus Saja Partainya
- Legislator Hanura Maros Mangkir dari Pemeriksaan Polda
- Soal Rusdi Masse, Akbar Faisal Warning Djafar Bajaber
- Hanura Tidak untuk Dijual
- Jalaluddin Pimpin Hanura Makassar
- 4 Kader Hanura Berebut Kursi Ketua DPC
- Wiranto Belum Niat Nyapres Kembali
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dewie Yasin Limpo, adik kandung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menolak bertarung kembali di Musdalub DPD Hanura Sulawesi Selatan. Ia malah merasa prihatin dengan kondisi partai yang pernah dibesarkannya itu.
Ia pun mengaku sudah banyak kader Hanura Sulsel yang mengeluh dengan kondisi partainya dan memintanya kembali memimpin Hanura Sulsel. Dengan tegas Dewie menolak untuk bertaruh di Musdalub Hanura Sulsel.
"Saya tidak punya minat lagi, saya mau ikut LEMHANAS dulu, berikan saja sama yang lain. Saya kira dari dulu ada yang mau sekali jadi ketua. Saya hanya bisa prihatin melihat Hanura Sulsel," kata Dewie via SMS-nya kepada Tribun, Selasa (21/2/2012).
"Banyak yang mengeluh ke saya, mereka minta saya untuk balik tapi saya bilang berikan saja kepada yang lain. Saya ini bukan bengkel, kalau rusak disuruh perbaiki, tapi kalau sudah baik jadi rebutan," tambahnya.
Di era kepemimpinan Dewie Yasin Limpo, Hanura Sulsel berhasil bertengger di urutan lima besar partai politik di Sulsel. Hanura Sulsel juga berhasil menempatkan tujuh orang kadernya di DPRD Sulsel.
Musda Hanura Sulsel 2010 lalu yang dilaksanakan di Makassar Golden Hotel menjadi awal rivalitas Dewie dan Rahman. Musda sempat dimenangkan oleh Dewie namun akhirnya dianulir oleh DPP.
Saat itu, Rahman Halid Cs memilih walk out dari lokasi musda karena dianggap sarat intimidasi dan ketegangan. Turut serta bersama Rahman 17 Ketua DPC Hanura Sulsel saat itu dari 24 DPC yang ada di Sulsel.
Sampai beberapa bulan pasca kejadian musda, Hanura Sulsel mengalmi kevakuman hingga DPP memutuskan untuk melksanakan musda lanjutan di Bogor, Jawa Barat.
Dalam musda lanjutan, DPP melarang Rahman dan Dewi untuk melanjutkan status keduanya sebagai kandidat calon ketua.
Sebagai deal-nya, Dewi mendukung Ketua Fraksi Hanura di DPRD Sulsel Ambo Dalle dan Rahman mendorong anggota fraksi, Abbas Selong sebagai "Boneka" dengan perjanjian enam bulan harus mengundurkan diri dan menyerahkan ke Rahman Halid.
Abbas pun terpilih sebagai Ketua Hanura Sulsel hasil musda Bogor. Setelah enam bulan berlalu, Abbas menolak untuk lengser dari tahtanya. (*/tribun-timur.com)
Ia pun mengaku sudah banyak kader Hanura Sulsel yang mengeluh dengan kondisi partainya dan memintanya kembali memimpin Hanura Sulsel. Dengan tegas Dewie menolak untuk bertaruh di Musdalub Hanura Sulsel.
"Saya tidak punya minat lagi, saya mau ikut LEMHANAS dulu, berikan saja sama yang lain. Saya kira dari dulu ada yang mau sekali jadi ketua. Saya hanya bisa prihatin melihat Hanura Sulsel," kata Dewie via SMS-nya kepada Tribun, Selasa (21/2/2012).
"Banyak yang mengeluh ke saya, mereka minta saya untuk balik tapi saya bilang berikan saja kepada yang lain. Saya ini bukan bengkel, kalau rusak disuruh perbaiki, tapi kalau sudah baik jadi rebutan," tambahnya.
Di era kepemimpinan Dewie Yasin Limpo, Hanura Sulsel berhasil bertengger di urutan lima besar partai politik di Sulsel. Hanura Sulsel juga berhasil menempatkan tujuh orang kadernya di DPRD Sulsel.
Musda Hanura Sulsel 2010 lalu yang dilaksanakan di Makassar Golden Hotel menjadi awal rivalitas Dewie dan Rahman. Musda sempat dimenangkan oleh Dewie namun akhirnya dianulir oleh DPP.
Saat itu, Rahman Halid Cs memilih walk out dari lokasi musda karena dianggap sarat intimidasi dan ketegangan. Turut serta bersama Rahman 17 Ketua DPC Hanura Sulsel saat itu dari 24 DPC yang ada di Sulsel.
Sampai beberapa bulan pasca kejadian musda, Hanura Sulsel mengalmi kevakuman hingga DPP memutuskan untuk melksanakan musda lanjutan di Bogor, Jawa Barat.
Dalam musda lanjutan, DPP melarang Rahman dan Dewi untuk melanjutkan status keduanya sebagai kandidat calon ketua.
Sebagai deal-nya, Dewi mendukung Ketua Fraksi Hanura di DPRD Sulsel Ambo Dalle dan Rahman mendorong anggota fraksi, Abbas Selong sebagai "Boneka" dengan perjanjian enam bulan harus mengundurkan diri dan menyerahkan ke Rahman Halid.
Abbas pun terpilih sebagai Ketua Hanura Sulsel hasil musda Bogor. Setelah enam bulan berlalu, Abbas menolak untuk lengser dari tahtanya. (*/tribun-timur.com)
Penulis : Syaekhuddin
Editor : Muh. Irham