5 Aturan Mendisiplinkan Anak
5 Aturan Mendisiplinkan Anak
TRIBUN-TIMUR.COM - Banyak cara yang dilakukan orangtua untuk mendisplinkan anak. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal bahkan menyatakan, tak jarang orangtua memukul anak dengan dalih untuk mendisiplinkannya. Hal ini disebabkan orangtua merasa harus menunjukkan kekuasaan kepada anak, padahal sebenarnya hal ini tidak perlu.
"Bagi anak, orangtua adalah pahlawan dan contoh bagi mereka, dan jika kita memberi contoh yang negatif dan agresif maka mereka pun akan mencontohnya," ungkap Jennifer A. Powell-Lunder, psikolog anak dalam artikelnya, Kids and Discipline: What Yo do and Say Matters.
Lalu
bagaimana cara mendisiplinkan anak? Sebuah penelitian menunjukkan bahwa
gaya pengasuhan yang paling positif untuk mendidik anak adalah dengan
menetapkan batas-batas yang boleh dilakukan dan tidak, membiasakan
diskusi, dan membantunya memahami setiap aturan. Kunci untuk mengasuh
anak secara positif adalah dengan adanya konsistensi orangtua.
1. Lakukan pekerjaan rumah bersama anak
Melakukan
pekerjaan rumah bersama anak dengan semua aturan dan konsekuensinya
akan membuat anak memahami bagaimana harus melakukannya. Selain itu,
Anda bisa memiliki mereka seutuhnya karena kebersamaan selama bekerja
bisa menimbulkan ikatan batin yang lebih kuat.
2. Jelaskan kesalahan mereka
Tugas
orangtua adalah untuk menjaga konsistensi dan berjalannya aturan dengan
baik. Ketika anak melanggar aturan, ambil sikap tegas dan konsisten
sesuai dengan hukuman yang sudah disepakati bersama. Jelaskan aturan
yang sudah mereka langgar, mengapa hal tersebut dianggap salah, dan apa
konsekuensinya. Hal ini dilakukan agar anak memahami kesalahannya, dan
tak mengulanginya lagi.
3. Definisikan aturan dengan tepat
Anak
memiliki definisi sendiri tentang berbagai hal, termasuk aturan.
Sebaiknya samakan persepsi Anda dan anak agar Anda berdua memiliki
pandangan yang sama tentang aturan tersebut. Misalnya, ketika Anda ingin
si kecil membersihkan kamarnya, jelaskan definisi bersih yang Anda
inginkan. "Anda pasti akan terkejut ketika tahu beragamnya penafsiran
mereka dari aturan tersebut," tambahnya.
4. Orangtua yang sejalan
Anak
akan lebih mudah memahami aturan dan melaksanakannya, ketika kedua
orangtua memiliki aturan yang sama dan seia sekata dalam melaksanakan
aturan. Samakan dulu pandangan Anda dan pasangan dalam mendisplinkan
anak, agar anak tidak bingung dalam menjalankan aturan. Selain itu, anak
tidak akan berpihak pada salah satu orangtua yang dianggapnya lebih
baik.
5. Beri contoh
Orangtua adalah contoh
terbaik bagi anak. Jangan harap anak akan menjadi baik ketika mereka
selalu diberi contoh perbuatan tak baik dari orangtuanya. Setiap orang
pasti berbuat kesalahan, termasuk orangtua, namun yang paling penting
adalah bagaimana cara Anda mengatasi dan memperbaiki kesalahan. Anak
akan belajar untuk berbesar hati dalam mengakui kesalahan, dan mampu
bangkit lagi.(*/tribun-timur.com)