Sebelum Mundur, Ketum PSM Harus Bertanggungjawab
Tribun Timur - Kamis, 16 Februari 2012 20:52 WITA
Share |
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Rencana Ketua Umum PSM Makassar, Ilham Arief Sirajuddin, untuk mundur dari manajemen PSM disambut pro dan kontra  oleh kelompok suporter fanatik PSM.

Pentolan suporter The Macz Man, Coklat, menilai keputusan Ilham untuk mundur sangat baik. "Alhamdulillah, biar Pak Ilham sebagai Wali Kota bisa lebih fokus mengurusi kami warganya," kata Coklat.

Meski demikian, Coklat juga menyayangkan langkah tersebut. Sebab, menurut Coklat, Ilham memiliki kekuatan dan kemampuan melobi bagi PSM.

Hal senada juga disampaikan oleh Litbang The Macz Man Lukman, yang mengatakan bahwa Ilham adalah simbol pemimpin yang patuh pada peraturan, terutama UU olahraga.  "UU tersebut isinya tentang pejabat di larang jadi pengurus suatu cabang olah raga,jadi wajar pak ilham mundur agar ada generasi baru yg jd ketua umum PSM, juga untuk menegakkan Undang-Undang," katanya.

Tetapi tidak sedikit pula tidak setuju dengan keputusan tersebut. Pengamat sepakbola Mirdan Midding mengatakan bahwa seharusnya Ilham sebagai Ketua Umum PSM bisa lebih bijak mengambil keputusan, apalagi dalam kondisi  manajemen PSM yang morat marit.  

"Kondisi tim sekarang sedang tidak stabil setelah pengunduran diri Husain Abdullah dan Zakir Sabara, jika ingin mundur harusnya lebih arif jika PSM dilepas saat selesai kompetisi, atau saat awal kompetisi, harus ada pertanggung jawaban, mulai dari Husain Abdullah, Zakkir Sabara, dan Pak Ilham sendiri," kata Mirdan.

Menurut Mirdan, seharusnya keputusan mundur tersebut disampaikan di hadapan rapat pengrus serta dihadiri 26 pemilik suara klub. "Jangan asal mundur saja dan tidak ada pertanggungjawaban," kata Mirdan.

Menurut Mirdan, Klub besar seperti PSM Makassar pasti mempunyai AD ART jadi semuanya harus melalui mekanisme yang telah dibuat. "Dalam musyawarah itu akan diminta tanggapan dan keinginan pemilik suara, apakah PSM masih bertarung di IPL atau keinginan kembali ke  ISL," kata Mirdan lagi. (*/tribun-timur.com)

Penulis : Ilham Mulyawan
Editor : Muh. Irham