Waspadai LSM Asing dari AS
Melawan boikot Amerika bisa sukses jika pemerintah dan pengusaha sepakat melakukan lobi informal kepada pihak-pihak yang berpengaruh
Menurutnya, kebijakan Amerika jelas terlihat ingin melumpuhkan Indonesia dalam persaingan perdagangan global. Salah satu indikasinya, melalui kampanye hitam LSM asing yang rajin mengungkap tentang lingkungan Indonesia di dunia internasional.
“Penolakan CPO erat dengan persaingan global. Indonesia sebagai negara dunia ketiga, selalu dikalahkan lewat isu lingkungan. Tentu, ada juga hubungannya dengan kampanye LSM asing selama ini,mereka akan bergerak kalau ada maksudnya. Itu gerakan sistematis,” katanya.
Seperti diketahui, per 28 Januari 2012, Amerika secara resmi menolak CPO dan turunannya asal Indonesia. Dengan alasan, sawit Indonesia adalah produk yang tidak ramah lingkungan. Wawan kemudian menilai, kehadiran LSM asing di Indonesia merupakan penjajahan model baru yang tidak lagi mengedepankan kekuatan militer. Melainkan, dengan menguasai perekonomian Indonesia.
“Makanya tidak adil juga, impor pesawat Boeing kita banyak. Bahkan, Presiden Obama langsung menyaksikan kerjasama itu, tapi produk kita malah ditolak. Dari sini sebenarnya sudah jelas apa maksudnya," Wawan menegaskan.
Melawan boikot Amerika bisa sukses jika pemerintah dan pengusaha sepakat melakukan lobi informal kepada pihak-pihak yang berpengaruh di negeri Paman Sam itu. Selain itu, RUU Ormas yang saat ini digodok DPR juga bisa menjadi pintu masuk untuk menghentikan gerakan destruktif LSM asing terutama Greenpeace. Namun, Wawan menyarankan kepada pemerintah agar tetap mewaspadai manuver Greenpeace.“RUU Ormas yang menyebutkan larangan memungut dana dari donatur Indonesia cukup ampuh menghadang Greenpeace. Kalau masih melanggar, mereka tentu saja bisa dibongkar. Yang terpenting, menggalakkan rasa nasionalisme di kalangan pengusaha termasuk pemerintah," ungkapnya.(*)