
Kompas.com - Meski jenuh dengan teknik bercinta
pasangan yang biasa-biasa saja sehingga sulit mencapai orgasme,
kebanyakan wanita memilih untuk bungkam daripada menyampaikan
kejujuran. Padahal, akumulasi kekecewaan bisa membuat gairah menguap.
Kali
ini jangan ragu untuk mengutarakan keinginan terpendam Anda. Bila tahu
teknik penyampaian yang tepat, tentu si dia tak akan marah dengan
"kritik" Anda. Simak saran dari Paul Joannides, psikolog yang juga
penulis buku Guide to Getting It On, berikut ini.
Ungkapkan yang diinginkan
Ingatlah
bahwa yang ingin Anda sampaikan adalah apa yang diinginkan, bukan apa
yang tidak Anda inginkan. Bila belum apa-apa Anda sudah melontarkan
kritik, si dia pasti akan bersifat defensif. Sebaliknya, jika Anda
mencoba membuka diri untuk menuntun ia menemukan apa yang Anda sukai, ia
pasti akan senang melakukannya. Jangan lupa berikan feedback yang positif saat ia berhasil melakukannya.
Pilih waktu
Selain
menyiapkan apa yang ingin disampaikan, pertimbangkan pula waktu untuk
menyampaikannya. Sebaiknya Anda tidak membicarakan topik ini setelah
sesi bercinta karena akan terkesan Anda sedang memberi penilaian atas
aksinya barusan. Saat sedang santai berdua sebelum tidur bisa menjadi
waktu yang tepat.
Bertanya
Cara untuk
membuat komunikasi Anda berjalan lancar adalah dengan mulai bertanya apa
yang membuat bergairahnya meluap. Si dia pasti akan balik bertanya pada
Anda sehingga Anda bisa mengungkapkan keinginan. Dengan demikian Anda
dan pasangan bisa saling bereksplorasi.
Beri saran
Kreatif
mengelola seks merupakan salah satu syarat kehidupan seks yang
harmonis. Ajak si dia melakukan variasi posisi seks. Anda bisa
mendapatkan ide bersama dari film atau gambar erotis. Tak perlu malu
jika ternyata posisi itu tidak nyaman atau sulit dilakukan. Tertawakan
saja berdua jika mengalami situasi "aneh" saat bercinta.
Mengubah waktu
Selain
variasi posisi, mengubah waktu bercinta juga bisa menimbulkan sensasi
tersendiri. Jika biasanya Anda dan pasangan selalu melakukannya di malam
hari di tempat tidur, sesekali rayu si dia setelah makan malam atau
saat asyik menonton TV di sofa. Tentu saja ide tersebut bisa terwujud
jika tidak ada orang lain di rumah Anda.