Bandeng Berbibir Merah Juara di Sidoarjo
milik Arif Rahman, warga Perumahan Magersari A1-19 menyabet juara I dalam lelang bandeng kawak di Sidoarjo.
Bandeng seberat 7,35 kg itu menyisihkan bandeng milik Abdullah Muclis, anak Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Jl Sultan Agung, Senin (6/2/2012).
Bandeng milik Arif yang dinyatakan sebagai pemenang usianya sekitar 7 tahun, panjang 90 cm, dan lebar 19.8 cm. Sedang bandeng milik Abdullah Muchlis yang dinyatakan sebagai pemenang kedua beratnya 5,12 kg, umur 5 tahun dipelihara di tambak Bromo, Gebang, Sidoarjo. Juara ketiga diraih Mashadi Adityo, asal Sekardangan, Sidoarjo dengan berat 4,83 kg, usia 5 tahun dan juara keempat diraih M Fathi, asal Pucang Anom, Sidoarjo dengan berat 4,79 kg, usia 5 tahun.
Wakil Bupati Sidoarjo, HMG Hadi Sutjipto yang menyaksikan jalannya penimbangan, mengatakan lelang bandeng sudah menjadi tradisi Sidoarjo saat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus HUT Sidoarjo ke 153.
“Lelang bandeng yang menjadi ikon Sidoarjo sempat terhenti selama enam tahun. Tapi kini disemarakkan lagi untuk mengangkat nama Sidoarjo,” tuturnya.
Lelang bandeng yang dilakukan untuk lebih menggairahkan petani tambak dalam budidaya bandeng. Pasalnya, bandeng Sidoarjo memiliki ciri khas khusus dibanding dengan bandeng daerah lain. Rata-rata bandeng Sidoarjo bibirnya merah seperti memakai lipstik dan tidak bau tanah. Daerah lain tidak ada bandeng yang berlipstik. Bandeng Sidoarjo cantik nan mempesona.
“Makanya orang luar negeri dan luar
daerah Sidoarjo suka bandeng Sidoarjo,” kata mantan Kepala Dinas
Pendidikan (Kadindik) Sidoarjo.
Arif Rahman pemilik bandeng yang
diwakili Sulthon saat proses timbang, bandeng dengan bobot 7,35 kg,
panjang 90 cm dan lebar 19,8 cm itu dipelihara selama 7 tahun. Jumlah
bandeng yang dibudidaya untuk lelang jumlahnya sekitar 5 ekor.
“Untuk membesarkan bandeng, waktunya cukup lama dan harus mendapat perhatian khusus,” jelas Sulthon.
Bandeng yang yang dipelihara untuk persiapan lelang itu diambil dari setiap panen bandeng dan dipilih yang berpotensi bisa besar. Tempat pemeliharaannya juga menjadi satu dengan bandeng lain, tapi saat panen bandeng tersebut disisihkan lagi untuk dimasukkan tambak.(*)