Petani Wajo Minta Kembali BBM yang Disita Polisi
Tribun Timur - Minggu, 5 Februari 2012 14:49 WITA
Berita Terkait
- Pengusaha Pasar Malam Wajo Mengadu ke DPRD
- Dituduh Memeras, Kapolres Wajo Diperiksa di Polda
- Kapolres Wajo Bantah Terima Suap atau Memeras
- DPRD dan BKDD Wajo Konsultasikan Nasib Honorer ke…
- Asmidin: Ilham Sosok pemimpin Taro Ada Taro Gau
- Pemkab Wajo Dinilai Diskrimnatif Tertibkan Televisi…
- Judi Kupon Putih di Wajo Kini Bisa via SMS
- Anggota Polres Wajo Tertangkap Tangan Transaksi Narkoba
- Wakil Bupati Wajo Tak Dicantumkan di Undangan HJW
- 11 Ribu Siswa SD Miskin Wajo Dapat Bantuan
WAJO, TRIBUN-TIMUR.COM - Ratusan petani dari berbagai Kecamatan di Kabupaten Wajo mendatangi Polsek Maniangpajo, Minggu (5/2/2012) siang. Kedatangan para petani ini meminta pihak Kepolisian mengembalikan bahan bakar minyak yang disita tim Satuan Sumber daya alam dan lingkungan Polda Sulsel dan dititipkan di Mapolsek Maniangpajo.
Sebanyak 1.860 liter solar dan 590 liter bensin. Bahan bakar minyak ini disita dari hasil razia kendaraan tim Polda Sulsel yang membeli BBM di stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Maniangpajo.
Aksi para petani ini makin menjadi dengan menyantap durian milik tim Polda Sulsel yang berada di atas mobil pick up. Kericuhan ini akhirnya berakhir setelah salah satu anggota polisi Polsek Maniangpajo menenangkan warga.
Menurut salah satu warga Usman, warga yang datang merupakan warga dari tiga Kecamatan yang merasa dirugikan. Masing-masing dari Kecamatan Maniangpajo, Sabbang paru, Gilireng dan sejumlah warga dari Kecamatan lainnya.
Ia juga menambahkan, untuk menghindari kehabisan BBM, para petani menyewa mobil untuk membeli BBM. Namun, saat mengisi sejumlah mobil yang sedang mengisi BBM baik solar maupun premium langsung disita tim Polda yang berada di SPBU tersebut.
Pengawas SPBU Maniangpajo Ambo Iri mengatakan, pihaknya tidak asal memberi BBM. Namun, kendaraan atau petani yang hendak mengambil BBM harus menunjukkan rekomendasi pemerintah atau instansi terkait baru bisa membeli BBM.
"Rekomendasi tersebut merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan SPBU se-Kabupaten Wajo," ujar Ambo Iri.
Sementara itu, Kepala Direktorat Reserse Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Dany Wardana yang dihubungi melalui telapon selulernya menyebutkan, operasi ini mencegah kelangkaan bahan bakar yang terjadi beberapa pekan terakhir di Kabupaten Wajo. Mobil yang diamankan juga diduga memuat BBM yang disalahgunakan sehingga para pemiliknya akan diperiksa.
"Aksi para petani mungkin diprovokatori oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM di Bone," ungkap Dany.
Ia juga menjelaskan, pihaknya yang tidak siap dengan kedatangan warga sehingga sebagian BBM terpaksa dikembalikan setelah setelah diberi teguran. Kendati demikian, ia menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki sejumlah kendaraan yang memuat BBM. (*/tribun-timur.com)
Sebanyak 1.860 liter solar dan 590 liter bensin. Bahan bakar minyak ini disita dari hasil razia kendaraan tim Polda Sulsel yang membeli BBM di stasion pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di Kecamatan Maniangpajo.
Aksi para petani ini makin menjadi dengan menyantap durian milik tim Polda Sulsel yang berada di atas mobil pick up. Kericuhan ini akhirnya berakhir setelah salah satu anggota polisi Polsek Maniangpajo menenangkan warga.
Menurut salah satu warga Usman, warga yang datang merupakan warga dari tiga Kecamatan yang merasa dirugikan. Masing-masing dari Kecamatan Maniangpajo, Sabbang paru, Gilireng dan sejumlah warga dari Kecamatan lainnya.
Ia juga menambahkan, untuk menghindari kehabisan BBM, para petani menyewa mobil untuk membeli BBM. Namun, saat mengisi sejumlah mobil yang sedang mengisi BBM baik solar maupun premium langsung disita tim Polda yang berada di SPBU tersebut.
Pengawas SPBU Maniangpajo Ambo Iri mengatakan, pihaknya tidak asal memberi BBM. Namun, kendaraan atau petani yang hendak mengambil BBM harus menunjukkan rekomendasi pemerintah atau instansi terkait baru bisa membeli BBM.
"Rekomendasi tersebut merupakan kesepakatan antara pemerintah dengan SPBU se-Kabupaten Wajo," ujar Ambo Iri.
Sementara itu, Kepala Direktorat Reserse Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Dany Wardana yang dihubungi melalui telapon selulernya menyebutkan, operasi ini mencegah kelangkaan bahan bakar yang terjadi beberapa pekan terakhir di Kabupaten Wajo. Mobil yang diamankan juga diduga memuat BBM yang disalahgunakan sehingga para pemiliknya akan diperiksa.
"Aksi para petani mungkin diprovokatori oknum yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM di Bone," ungkap Dany.
Ia juga menjelaskan, pihaknya yang tidak siap dengan kedatangan warga sehingga sebagian BBM terpaksa dikembalikan setelah setelah diberi teguran. Kendati demikian, ia menegaskan, pihaknya akan terus menyelidiki sejumlah kendaraan yang memuat BBM. (*/tribun-timur.com)
Penulis : Mahyuddin
Editor : Muh. Irham