Bupati Bulukumba Miliki Pabrik Penggilingan Padi Modern
Tribun Timur - Minggu, 5 Februari 2012 14:41 WITA
Berita Terkait
- Dua Aktivis Bulukumba Diperiksa Polisi
- Kantor Bupati Bulukumba Lumpuh
- Bupati Bulukumba Kembali Diminta Lengser
- Polisi, TNI, dan Satpol PP Siaga di Kantor Bupati…
- Polisi dan Massa Sukri Sappewali Saling Dorong
- Pendukung Sukri Sappewali Mulai Bakar Ban di Tengah…
- Pendukung Sukri Sappewali Akan Tuntut Bupati Bulukumba…
- Mutasi Pejabat Bulukumba Tiba-tiba Dibatalkan
- Bupati Bulukumba Dirikan Mal dan Hotel
- Polisi Bulukumba Ngaku Tak Bisa Ungkap Perusakan Kantor…
BULUKUMBA, TRIBUN-TIMUR.COM - Rice Processing Complex (RPC) siap memproduksi padi giling 80 ton per hari di Bulukumba. Pabrik ini milik Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang terletak di Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang Bulukumba, Sabtu (4/2) lalu.
Kata Zainuddin bahwa RPC diproyeksikan dapat menggiling beras 80 ton perhari. Pabrik yang dibangun pada awal tahun lalu dengan nilai investasi Rp 26 miliar tersebut berdiri di atas lahan seluas 22 hektar.
"Keberadaan RPC ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas beras dari lima ton menjadi 7,5 ton per hektar," kata Zainuddin Hasan, disela-sela peresmiannya.
RPC merupakan pabrik penggilingan pada modern dengan menggunakan mesin dengan fasilitas modern dalam pemerosesan pascapanen gabah menjadi beras. Mulai dari pengeringan, pembersihan, penyimpanan, penggilingan, pemolesan, dan pengepakan dalam satu tempat secara terpadu.
Selain RPC, Zainuddin juga berinvestasi di pabrik pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka. Pabrik yang yang dibangun melalui investasi perusahaan CV. Setia Kawan Sejati dibangun di areal seluas tiga hektare yang berlokasi di Desa Tanah Harapan Kecamatan Rilau Ale, dan bangunan ini ditaksir menelan biaya sekitar Rp 30 miliar.
Dengan adanya pabrik tepung tapioka tersebut, maka ditargetkan ada sekitar 6.000 hektare areal tanaman ubi kayu yang dapat dikembangkan.(*/tribun-timur.com)
Kata Zainuddin bahwa RPC diproyeksikan dapat menggiling beras 80 ton perhari. Pabrik yang dibangun pada awal tahun lalu dengan nilai investasi Rp 26 miliar tersebut berdiri di atas lahan seluas 22 hektar.
"Keberadaan RPC ini diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas beras dari lima ton menjadi 7,5 ton per hektar," kata Zainuddin Hasan, disela-sela peresmiannya.
RPC merupakan pabrik penggilingan pada modern dengan menggunakan mesin dengan fasilitas modern dalam pemerosesan pascapanen gabah menjadi beras. Mulai dari pengeringan, pembersihan, penyimpanan, penggilingan, pemolesan, dan pengepakan dalam satu tempat secara terpadu.
Selain RPC, Zainuddin juga berinvestasi di pabrik pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka. Pabrik yang yang dibangun melalui investasi perusahaan CV. Setia Kawan Sejati dibangun di areal seluas tiga hektare yang berlokasi di Desa Tanah Harapan Kecamatan Rilau Ale, dan bangunan ini ditaksir menelan biaya sekitar Rp 30 miliar.
Dengan adanya pabrik tepung tapioka tersebut, maka ditargetkan ada sekitar 6.000 hektare areal tanaman ubi kayu yang dapat dikembangkan.(*/tribun-timur.com)
Penulis : Samsul Bahri
Editor : Muh. Irham