AS Pindahkan 4.700 Prajurit Marinir dari Jepang
Tribun Timur - Minggu, 5 Februari 2012 14:06 WITA
Berita Terkait
- Dosen Unhas Jadi Atdikbud KBRI di Jepang
- Jepang Tawarkan Beasiswa Kuliah
- Tokoh Kartun Jepang Kumpul di GTC
- Popok Lansia Mulai Kalahkan Popok Bayi di Jepang
- Pendaftaran Kontes Melukis Khas Jepang Tutup 26 Juni
- Chrome Tak Terkalahkan di Dunia Browser
- Makan Ala Jepang di Pepper Lunch, Bisa Masak Sendiri
- Dosen asal Amerika Tertarik Kondisi Politik Sulsel
- Konsulat Amerika di Surabaya Pindah Kantor
- Jepang Kagum Pada Pembangunan Makassar
TOKYO, TRIBUN-TIMUR.COM - Tokyo dan Washington dikabarkan telah menyepakati pemindahan 4.700
prajurit Marinir AS dari pangkalan militer di Okinawa, Jepang, ke
wilayah AS di Guam, sebagai bagian dari rencana penataan ulang pasukan
AS di Jepang yang sudah lama tertunda-tunda.
Demikian dilaporkan beberapa media utama Jepang, Minggu (5/2/2012). Kedua negara pada 2006 telah menyetujui pemindahan sekitar 8.000 marinir dari Okinawa dan relokasi pangkalan udara di pulau tersebut, tetapi pelaksanaan kesepakatan ini selalu tertunda karena warga Okinawa tidak setuju pemindahan pangkalan udara ke wilayah lain pulau itu.
Kantor berita Kyodo News, yang mengutip sumber-sumber diplomatik, menyatakan, setelah pemindahan 4.700 marinir ke Guam, Departemen Pertahanan AS saat ini tengah mempertimbangkan memindahkan 3.300 prajurit marinir sisanya ke berbagai lokasi lain di Pasifik, seperti Hawaii, Australia, dan Filipina.
Para pejabat kementerian luar negeri dan pertahanan kedua negara dikabarkan akan bertemu di Washington DC, Senin (6/2/2012) besok untuk merapikan kesepakatan mereka, dan akan mengumumkan detail kesepakatan itu pada 13 Februari mendatang. (*/tribun-timur.com)
Demikian dilaporkan beberapa media utama Jepang, Minggu (5/2/2012). Kedua negara pada 2006 telah menyetujui pemindahan sekitar 8.000 marinir dari Okinawa dan relokasi pangkalan udara di pulau tersebut, tetapi pelaksanaan kesepakatan ini selalu tertunda karena warga Okinawa tidak setuju pemindahan pangkalan udara ke wilayah lain pulau itu.
Kantor berita Kyodo News, yang mengutip sumber-sumber diplomatik, menyatakan, setelah pemindahan 4.700 marinir ke Guam, Departemen Pertahanan AS saat ini tengah mempertimbangkan memindahkan 3.300 prajurit marinir sisanya ke berbagai lokasi lain di Pasifik, seperti Hawaii, Australia, dan Filipina.
Para pejabat kementerian luar negeri dan pertahanan kedua negara dikabarkan akan bertemu di Washington DC, Senin (6/2/2012) besok untuk merapikan kesepakatan mereka, dan akan mengumumkan detail kesepakatan itu pada 13 Februari mendatang. (*/tribun-timur.com)
Editor : Muh. Irham
Sumber : Kompas.com