Merasa Diancam Kapolri, Pentolan Buruh Makassar Bebal
Demo buruh lebih besar ini disebabkan pernyataan Kapolri dan Pangdam Jaya yang menyatakan akan menindak tegas aksi demo buruh bila anarkis
Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -
Wakil Presiden Konfederasi Serikat Nasional Mukhtar Guntur Kilat, menegaskan, pemerintah dan aparat jangan membiasakan diri mengancam pergerakan buruh menuntuk keadilan dan hak kesejahteraan di negeri ini .
Mukhtar yang mantan Ketua KASPI Sulsel ini menjajikan akan menurunkan aksi buruh besar-besaran di Hari Buruh 1 Mei 2012 mendatang.
Janji menurunkan massa dipicu pernyataan Kapolri Jend. Timur Pradopo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris yang menyatakan aparat akan menindak tegas aksi demo buruh bila berlangsung anarkis.
"Kita akan membuktikan bahwa kita tidak pernah akan takut dengan ancaman aparat," kata Mukhtar, dalam rilisnya ke Tribun, Sabtu (4/2/2012)
Dia menyatakan anggota mereka di 22 provinsi di seluruh Indonesia siap melakukan aksi demo menuntut perbaikan kesejahteraan hidup mereka.
Demo buruh lebih besar ini disebabkan pernyataan Kapolri dan Pangdam Jaya yang menyatakan akan menindak tegas aksi demo buruh bila anarkis.
Buruh yang bergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional memastikan akan mengadakan demo memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei (May Day) mendatang dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dari tahun lalu.
"Kita baru saja melakukan konsolidasi dan sepakat akan melakukan aksi lebih besar dan serentak agar tuntutan kami dipenuhi, Serikat Pekerja Pertamina dan Telkom juga sudah menyatakan kesiapan mereka," kata Mukhtar di Kantor Kontras hari ini.
Mukhtar mengatakan aksi buruh pada 1 Mei nanti dipusatkan di pusat-pusat pemerintahan dan fasilitas umum.
"Kalau komitmen kita di seluruh Indonesia dipusatkan di pusat pemerintahan, kalau di Jakarta tahun lalu di bandara, tapi untuk tahun ini akan kami evaluasi, apakah yang kemarin efektif atau tidak," kata Mukhtar.(*)
Mukhtar yang mantan Ketua KASPI Sulsel ini menjajikan akan menurunkan aksi buruh besar-besaran di Hari Buruh 1 Mei 2012 mendatang.
Janji menurunkan massa dipicu pernyataan Kapolri Jend. Timur Pradopo dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris yang menyatakan aparat akan menindak tegas aksi demo buruh bila berlangsung anarkis.
"Kita akan membuktikan bahwa kita tidak pernah akan takut dengan ancaman aparat," kata Mukhtar, dalam rilisnya ke Tribun, Sabtu (4/2/2012)
Dia menyatakan anggota mereka di 22 provinsi di seluruh Indonesia siap melakukan aksi demo menuntut perbaikan kesejahteraan hidup mereka.
Demo buruh lebih besar ini disebabkan pernyataan Kapolri dan Pangdam Jaya yang menyatakan akan menindak tegas aksi demo buruh bila anarkis.
Buruh yang bergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional memastikan akan mengadakan demo memperingati Hari Buruh Internasional 1 Mei (May Day) mendatang dengan jumlah massa yang jauh lebih besar dari tahun lalu.
"Kita baru saja melakukan konsolidasi dan sepakat akan melakukan aksi lebih besar dan serentak agar tuntutan kami dipenuhi, Serikat Pekerja Pertamina dan Telkom juga sudah menyatakan kesiapan mereka," kata Mukhtar di Kantor Kontras hari ini.
Mukhtar mengatakan aksi buruh pada 1 Mei nanti dipusatkan di pusat-pusat pemerintahan dan fasilitas umum.
"Kalau komitmen kita di seluruh Indonesia dipusatkan di pusat pemerintahan, kalau di Jakarta tahun lalu di bandara, tapi untuk tahun ini akan kami evaluasi, apakah yang kemarin efektif atau tidak," kata Mukhtar.(*)