Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ferguson: Tak Perlu Malu Jabat Tangan

Namun, Ferguson mengaku tidak mempermasalahkannya.

Tayang:
Editor: Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, MANCHESTER -  Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson, hendak menekankan moral yang tinggi kepada para pemainnya, terutama setelah sejumlah kasus pelecehan rasial yang terkait dengan para pemainnya. Ferguson meminta para pemainnya untuk tetap mempertahankan jabat tangan dengan para pemain tim lawan.

Hal ini disampaikannya menyusul sejumlah kabar bahwa Ferdinand akan menolak berjabat tangan dengan John Terry dalam laga lanjutan Premier League di Stamford Bridge, Minggu (5/2/2012). Menurut pelatih asal Skotlandia itu, Terry tak akan bermain, namun penting baginya untuk memperbaiki cara berpikir Ferdinand.

"Saya pikir saya sebaiknya berbicara pada Rio untuk melihat bagaimana pendiriannya, sebab Rio telah berjuang dengan isu rasial dengan berbagai cara selama beberapa tahun. Saya sudah sering melihatnya, saya kenal dengannya. Namun ada saatnya dimana dia harus bangkit. Dia tak perlu malu pada siapapun jika memutuskan untuk menjabat tangan John Terry," katanya seperti dilansir olehAFP.

Pelatih berusia 70 tahun itu mengaku, tak terlalu mempermasalakan tradisi jabat tangan sebelumnya. Namun merasa perlu untuk menekankannya setelah sejumlah kejadian yang melibatkan pemainnya. 

Hal serupa juga ditekankannya untuk Evra. Pekan depan, Sabtu (11/2/2012), MU akan menjamu Liverpool di Old Trafford. Luis Suarez, yang dihukum larangan bermain dalam 8 pertandingan karena perlakuannya pada Evra, sudah menghabiskan masa hukumannya.

"Hal yang sama minggu depan, kami memiliki Patrice Evra dalam menghadapi Liverpool. Patrice telah memperlihatkan keberanian untuk melawan dengan mengajukan protes terhadap hal itu, maka dia tidak perlu merasa malu. Saya tidak berpikir kalau jabat tangan merupakan masalah," katanya.

Tradisi jabat tangan sebelum pertandingan di Inggris merebut perhatian dalam membangkitkan kontroversi rasisme. Namun, Ferguson mengaku tidak mempermasalahkannya.

"Sepak bola adalah sepak bola, ini adalah permainan yang kompetitif. Saya tidak berpikir ada yang salah dengan jabat tangan untuk jujur. Ini hanya sedikit mewarnai pertandingan," tandasnya.

Sementara itu, jabat tangan antara pemain-pemain Queens Park Rangers (QPR) dan Chelsea sebelum bertanding dalam laga Piala FA ditiadakan. Hal ini diputuskan setelah kapten Chelsea, John Terry, dituduh melakukan pelecehan rasial terhadap pemain QPR, Anton Ferdinand, pada pertemuan sebelumnya.(*)
Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved