• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Timur
Home » News » Politik

18 Bupati Bukan Jaminan Golkar Menang di Sulsel

Kamis, 2 Februari 2012 20:58 WITA
18 Bupati Bukan Jaminan Golkar Menang di Sulsel
tribun/Diwan
SYAHRUL -- Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, dikerumuni Siswa-siswi peserta Pesantren Ramadan Golkar pada saat penutupan acara tersebut di Celebes Convention Center, Metro tanjung Bunga Makassar, Minggu (7/8/2011).
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Golkar diminta tidak lengah menghadapi pemilihan gubernur Sulawesi Selatan Januari 2013 meski 18 dari 24 kepala daerah kabupaten/kota di daerah ini ketua dan terpilih lewat partai beringin.
    
"Semua itu modal pendukung, tapi itu belum cukup, semua jajaran harus kerja keras, jajaran partai, jajaran keluarga," kata Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Moh Roem di Makassar, Kamis.
    
Bupati Wajo Burhanuddin Unru, Bupati Sidrap Rusdi Masse, Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, Bupati Enrekang Latinro Latunrung, Bupati Luwu Utara Arifin Djunaidi, Bupati Luwu Timur Hatta Marakarma, Bupati Luwu Andi Muzakkar, Bupati Bone Idris Galigo, Bupati Selayar Syahrir Wahab, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan adalah Ketua DPD II Partai Golkar setempat.
    
Sementara, Bupati Takalar Ibrahim Rewa, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Bupati Jeneponto Radjamilo, Bupati Barru Idris Syukur, Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung, Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring, Walikota Palopo HPA Tanriadjeng, pelaksana tugas Walikota Parepare Sjamsu Alam terpilih lewat Partai Golkar.       
    
Roem yang juga Ketua DPRD Sulsel mengingatkan, bahwa keberadaan 18 bupati/wali kota ini bukan jaminan bagi Golkar untuk memenangkan Syahrul Yasin Limpo untuk yang kedua kalinya memimpin Sulsel.
    
Disamping itu, ia meminta agar Partai Golkar maupun seluruh tim pemenangan Syahrul untuk tidak terbuai dengan hasil survei yang menunjukkan kandidat Golkar bakal memenangkan Pilkada Sulsel 2013.
   
"Banyak hikmah yang bisa diambil. Itu bukan jaminan, semua tim harus kerja, tim kerabat, tim partai. Tidak boleh terbuai dengan survei awal yang tinggi," ucapnya.
    
Jawaban ini disampaikan Roem menanggapi kekalahan Golkar pada Pilkada Sulsel 2007 meski saat itu bupati/walikota lebih banyak lagi yang condong ke Golkar.
   
Selain itu, ia mengingatkan kepada kader Golkar untuk tetap solid dan tidak terpecah hanya karena ada dua kader yang bersaing di beberapa pilkada kabupaten/kota seperti di Pilkada Takalar Juli 2012 dan Pilkada Bone Januari 2013.
   
"Supaya tidak ada yang merasa diprioritaskan, untuk apa juga dicalonkan kalau elektabilitasnya rendah," ucapnya memberi penjelasan bahwa figur yang dicalonkan Golkar selalu didasarkan pada elektabilitas kandidat setelah disurvei.(*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas