Anak Mudah Sakit karena Tak Konsumsi ASI
Tribun Timur - Selasa, 31 Januari 2012 17:19 WITA
Share |
bayi-menyusui.jpg
Hingga saat ini, belum ada yang bisa menyaingi zat gizi yang dihasilkan dari Air Susu Ibu (ASI)
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Hingga saat ini, belum ada yang bisa menyaingi zat gizi yang dihasilkan dari Air Susu Ibu (ASI) yang bermanfaat bagi balitanya.

Dengan berbagai alasan tidak semua ibu memberikan ASI kepada anaknya. Bahkan Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), merilis hanya 15 persen yang memberikan ASI secara eksklusif.

"Berbagai penelitian kandungan yang ada dalam ASI belum ada yang menyamai produk susu yang ada. Terutama hemoglobin yang hanya bisa diperoleh dari ASI," ungkap dosen dari Departemen Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Asih Setiarini di Jakarta, Senin (30/1/2012).

Hemogoblin adalah metaloprotein atau protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

"Tidak berlebihan anak yang tidak mengonsumsi ASI mudah sakit dan mempunyai daya tahan tubuh yang rendah," ungkapnya.

Bagaimana jika dalam kondisi tertentu anak tidak bisa menerima asupan ASI? "Sebisa mungkin mencari susu yang mempunyai kandungan yang mendekati, seperti proteinnya. Biasanya susu seperti ini harganya cukup mahal karena untuk membuatnya perlu teknologi tinggi," ungkapnya.

"Bagaimanapun ASI adalah yang terbaik dan paling murah karena tidak perlu membayar dan anak menjadi sehat dan mempunyai daya tahan tubuh baik. ASI eksklusif sebaiknya diberikan enam bulan. Setelah itu hingga dua tahun diberikan makanan pendamping ASI," ungkapnya.(*)


Editor : Ridwan Putra