• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Timur

Pengadilan Negeri Sidrap Bebaskan Bocah Pelempar Burung

Senin, 30 Januari 2012 20:06 WITA

Pengadilan Negeri Sidrap Bebaskan Bocah Pelempar Burung
ist
ilustrasi
Sidrap, Tribun-timur.com -- Pengadilan Negeri Sidrap akhirnya membebaskan Mufaddal Bahar  (11) murid kelas 6 SD 2 Allakkuang Sidrap, dari jeratan hukum, Senin (30/1/2012)

Kabarnya,  hakim pengadilan setempat  yang diketuai Erwindu SH, memvonis bebas Mufaddal, karena banyaknya keterangan saksi yang meringan bagi  bocah tersebut.

Sebelumnya, Muffadhal harus berhadapan dengan proses hukum hanya karena melempar burung.

Menurut Baharuddin, ayah kandung Mufaddal,  pristiwa tersebut berlangsung sejak 20 Okteber 2011, sekitar pukul 17.30 wita. Saat itu Mufadhal, baru saja pulang bermain bersama teman temannya.

Saat itu Mufaddhal melihat seokor burung gereja yang bertengger di salah satu dahan pohon.

Mufaddalpun kemudian melempar burung tersebut. Sayangnya batu yang digunakan melempar, masuk ke kandang peternakan ayam ras warga setempat, Laounding.

Diduga karena lemparan tersebut, ayam petelur Laounding, berbunyi. Laoundingpun kemudian mengejar Mufaddal, dengan menggunakan sepeda motornya. 

Laounding, diduga memukul wajah Mufadhal sebanyak dua kali. Setelah kejadian itu, Mufadhal menyampaikan prihal yang menimpanya kepada keluarganya.

Baharuddin lalu mengajak anaknya untuk kembali mempertanyakan perlakuan Laounding. Laounding  justru menantang keluarga Mufadhal, untuk berproses hukum.

Karena kesal dengan hal tersebut, Baharuddin yang juga guru di SMP 5 Maritenggae, Kabupaten Sidrap, kemudian melaporkan hal tersebut di Polsek Tanete.

"Saya melapor, dan langsung minta dibuatkan surat visum. Ini sudah keterlaluan masa orang tua perlakuannya begitu," kesal Baharuddin.

Laoudding yang mengetahui dirinya dilapor, kemudian melaporkan balik kasus tersebut. Ia menganggap Mufadhal sudah membuat perasaannya tidak nyaman.

Berdasarkan hal itulah polisi setempat, kemudian mengenakan pasal terhadap Mufadhal, dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan yang tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.(*)
Penulis: Achwan Ali
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas