A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Pengadilan Negeri Sidrap Bebaskan Bocah Pelempar Burung - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Senin, 21 April 2014
Tribun Timur

Pengadilan Negeri Sidrap Bebaskan Bocah Pelempar Burung

Senin, 30 Januari 2012 20:06 WITA
Pengadilan Negeri Sidrap Bebaskan Bocah Pelempar Burung
ist
ilustrasi
Sidrap, Tribun-timur.com -- Pengadilan Negeri Sidrap akhirnya membebaskan Mufaddal Bahar  (11) murid kelas 6 SD 2 Allakkuang Sidrap, dari jeratan hukum, Senin (30/1/2012)

Kabarnya,  hakim pengadilan setempat  yang diketuai Erwindu SH, memvonis bebas Mufaddal, karena banyaknya keterangan saksi yang meringan bagi  bocah tersebut.

Sebelumnya, Muffadhal harus berhadapan dengan proses hukum hanya karena melempar burung.

Menurut Baharuddin, ayah kandung Mufaddal,  pristiwa tersebut berlangsung sejak 20 Okteber 2011, sekitar pukul 17.30 wita. Saat itu Mufadhal, baru saja pulang bermain bersama teman temannya.

Saat itu Mufaddhal melihat seokor burung gereja yang bertengger di salah satu dahan pohon.

Mufaddalpun kemudian melempar burung tersebut. Sayangnya batu yang digunakan melempar, masuk ke kandang peternakan ayam ras warga setempat, Laounding.

Diduga karena lemparan tersebut, ayam petelur Laounding, berbunyi. Laoundingpun kemudian mengejar Mufaddal, dengan menggunakan sepeda motornya. 

Laounding, diduga memukul wajah Mufadhal sebanyak dua kali. Setelah kejadian itu, Mufadhal menyampaikan prihal yang menimpanya kepada keluarganya.

Baharuddin lalu mengajak anaknya untuk kembali mempertanyakan perlakuan Laounding. Laounding  justru menantang keluarga Mufadhal, untuk berproses hukum.

Karena kesal dengan hal tersebut, Baharuddin yang juga guru di SMP 5 Maritenggae, Kabupaten Sidrap, kemudian melaporkan hal tersebut di Polsek Tanete.

"Saya melapor, dan langsung minta dibuatkan surat visum. Ini sudah keterlaluan masa orang tua perlakuannya begitu," kesal Baharuddin.

Laoudding yang mengetahui dirinya dilapor, kemudian melaporkan balik kasus tersebut. Ia menganggap Mufadhal sudah membuat perasaannya tidak nyaman.

Berdasarkan hal itulah polisi setempat, kemudian mengenakan pasal terhadap Mufadhal, dengan pasal 335 KUHP tentang perbuatan yang tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman sembilan bulan penjara.(*)
Penulis: Achwan Ali
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
79115 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas