SYL Bicara Oto Komandan dan Tagline Don't Stop
Apa beda foto keduanya? Berikut komentar kemenakan Syahrul, dan Syahrul sendiri.
Tayang:
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ina Maharani
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -- Mau tahu apa sih Oto Komandan dan tagline don't stop komandan?
Apa beda foto keduanya? Berikut ini adalah komentar Syahrul dan kemenakannya.
Oto Komandan adalah komunitas pengagum atau pendukung Syahrul Yasin Limpo, yang memasang stiker atau panace branding bergambar Gubernur Sulsel periode 2008-2013.
Di stiker itu memang ada gambar Syahrul lagi tertawa. Ada juga bintang dua warna kuning di bagian atas.
Sepintas, foto ini mirip dengan tagline baru Syahrul. "Don't Stop Komandan". Memang ini adalah desain turunan dari tagline berjargon "tak ada kata berhenti untuk kesejahteraan rakyat."
Bedanya, kalau di Oto Komandan, gambar Syahrul tersenyum, maka di Don't Stop Komandan, gambar Syahrul nyaris berekspresi datar. Tanpa senyum, dan begitu dingin.
Kemenakan Syahrul, Devo Khaddafi, yang juga Kepala Sub Bidang Protokoler Biro Humas dan Protokol Pemprov, kepada Tribun, Kamis (26/1/2012) siang, mengkonfirmasikan ekspresi pamannya yang dingin itu.
Dia membenarkan, kalau foto atribut politik kebanyakan dengan ekspresi senyum, maka ekpresi don't stop komandan datar-datar saja. "Itulah differensiasinya Komandan," kata Devo di RM Pasir Putih, Jl Ratulangi Makassar.
Lantas apa komentar Syahrul soal foto dan tagline don't stop komandan itu?
"Itu mengalir begitu saja, bukan saya yang pilih, lalu membesar. saya lihat lalu saya bilang sudah jalan saja," katanya di Jl Ratulangi.
Syahrul tak bereaksi apa foto itu kesannya sebagai karakter aslinya.
Syahrul sendiri menjelaskan, don't stop komandan itu, adalah penggambaran prestasi yang sudah dicapai Sulsel saat ini.
"Ibarat mobil, empat tahun ini Sulsel sudah jalan. Rodanya sudah berputar, dan mulai berjalan maju kedepan, kalau berhenti kan sayang. Dari situlah kenapa ada don't stop komandan."
Syahrul lalu menyinggung soal 105 penghargaan yang dicapai dalam 4 tahun terakhir. Syahrul juga menggambarkan, dengan rinci kenaikan PDRB, pendapatan per kapita warga Sulsel, dari 9000 USD menjadi 15 ribu USD.
Dia juga mereview perumbuhan ekonomi Sulsel. "Sekarang Sulsel ini sudah diatas 8 persen, kita yang tertinggi. Mobilnya sudah melaju. Makanya don't stop".
Di handset BlackBerry Blod Dakota Syahrul, memang ada juga stiker don't stop komandan. tagline ini menutuipi tulisan blackberry di dekat speaker atas. Sedangkan di bagian bawah ada tulisan "tak ada kata berhenti untuk kesejahteraan rakyat."
Apa beda foto keduanya? Berikut ini adalah komentar Syahrul dan kemenakannya.
Oto Komandan adalah komunitas pengagum atau pendukung Syahrul Yasin Limpo, yang memasang stiker atau panace branding bergambar Gubernur Sulsel periode 2008-2013.
Di stiker itu memang ada gambar Syahrul lagi tertawa. Ada juga bintang dua warna kuning di bagian atas.
Sepintas, foto ini mirip dengan tagline baru Syahrul. "Don't Stop Komandan". Memang ini adalah desain turunan dari tagline berjargon "tak ada kata berhenti untuk kesejahteraan rakyat."
Bedanya, kalau di Oto Komandan, gambar Syahrul tersenyum, maka di Don't Stop Komandan, gambar Syahrul nyaris berekspresi datar. Tanpa senyum, dan begitu dingin.
Kemenakan Syahrul, Devo Khaddafi, yang juga Kepala Sub Bidang Protokoler Biro Humas dan Protokol Pemprov, kepada Tribun, Kamis (26/1/2012) siang, mengkonfirmasikan ekspresi pamannya yang dingin itu.
Dia membenarkan, kalau foto atribut politik kebanyakan dengan ekspresi senyum, maka ekpresi don't stop komandan datar-datar saja. "Itulah differensiasinya Komandan," kata Devo di RM Pasir Putih, Jl Ratulangi Makassar.
Lantas apa komentar Syahrul soal foto dan tagline don't stop komandan itu?
"Itu mengalir begitu saja, bukan saya yang pilih, lalu membesar. saya lihat lalu saya bilang sudah jalan saja," katanya di Jl Ratulangi.
Syahrul tak bereaksi apa foto itu kesannya sebagai karakter aslinya.
Syahrul sendiri menjelaskan, don't stop komandan itu, adalah penggambaran prestasi yang sudah dicapai Sulsel saat ini.
"Ibarat mobil, empat tahun ini Sulsel sudah jalan. Rodanya sudah berputar, dan mulai berjalan maju kedepan, kalau berhenti kan sayang. Dari situlah kenapa ada don't stop komandan."
Syahrul lalu menyinggung soal 105 penghargaan yang dicapai dalam 4 tahun terakhir. Syahrul juga menggambarkan, dengan rinci kenaikan PDRB, pendapatan per kapita warga Sulsel, dari 9000 USD menjadi 15 ribu USD.
Dia juga mereview perumbuhan ekonomi Sulsel. "Sekarang Sulsel ini sudah diatas 8 persen, kita yang tertinggi. Mobilnya sudah melaju. Makanya don't stop".
Di handset BlackBerry Blod Dakota Syahrul, memang ada juga stiker don't stop komandan. tagline ini menutuipi tulisan blackberry di dekat speaker atas. Sedangkan di bagian bawah ada tulisan "tak ada kata berhenti untuk kesejahteraan rakyat."