
- Tim SAR Rusia Belum Diizinkan Naik ke Lokasi Sukhoi
- SAR Rusia Fokus Evakuasi Serpihan Badan Pesawat
- PBB Sanksi Atas Peluncuran Rudal Korut
- Mantan Juara Catur Dunia Ikut Protes Putin
- Nenek-nenek Rusia Bentuk
- Korut Tambah Amunisi Rudal di Pyongyang
- India juga Uji Coba Rudal Supersonik
- Rudal Balistik Pakistan Sukses Ujicoba
- Demo Vladimir Putin, Wanita Moscow Telanjang Dada
- Rusia beli 92 Sukhoi Su-34
Demikian diungkapkan Kepala Staf AU Rusia Kolonel Jenderal Alexander Zelin, di Moskwa, Selasa (24/1/2012). Zelin mengatakan, rudal baru itu sedang menjalani berbagai uji coba di lokasi pengujian AU Rusia.
Zelin tidak menyebutkan detail rudal baru tersebut, tetapi beberapa pakar militer meyakini rudal yang dimaksud adalah rudal jarak jauh K-27M atau dikenal juga dengan sebutan RVV-BD atau AA-X-13 Arrow menurut sebutan NATO.
"Kemungkinan besar rudal itu adalah rudal udara-ke-udara jarak jauh Vympel K-37M. Ini adalah penerus rudal R-33 (AA-9 Amos menurut sebutan NATO) yang dikembangkan untuk MiG-31 pada awal 1970-an," tutur Douglas Barrie, pakar peperangan udara dari International Institute for Strategic Studies di London, Inggris.
Menurut Barrie, program pengembangan rudal K-37 sendiri sudah dimulai sejak 1980-an, tetapi masalah pendanaan membuat program itu tertunda-tunda. Rudal yang sekarang diuji coba juga telah mengalami pengembangan lebih lanjut dari desain aslinya.
"Rudal K-37M kemungkinan besar akan disebut dengan R-37M begitu dioperasikan. Rudal ini akan menjadi senjata antipesawat utama di MiG-31BM untuk meningkatkan kemampuan penyergapan pesawat-pesawat tempur dan rudal balistik musuh," kata Barrie.(*)