Sabtu, 23 Mei 2015

14 Persen Penduduk Lampung Sakit Jiwa

Selasa, 24 Januari 2012 17:50

Sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, Lampung Tengah terdiri dari 28 Kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 1.297.000 jiwa. Artinya, lebih dari 150 ribu penduduk masuk kategori kurang waras.

“Itu dari data terakhir kita per Tahun 2011. Dan setiap tahun pasti meningkat. Seiring dengan berbagai tingkat kesulitan dan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Erna Krisnawati, Kepala Diskes Lampung Tengah, selepas dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD, Selasa (24/1/2012).

Menurutnya, ada beberapa tingkatan dalam penyakit jiwa. Secara medik, gangguan mentalitas atau jiwa disebabkan oleh gangguan otak, yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berfikir, perilaku, dan persepsi. Sehingga mengubah pola psikologis atau perilaku pada umumnya dari perkembangan normal manusia.

“Tingkatannya itu macam-macam. Mulai dari yang bisa dirawat jalan, hilang sama sekali, sampai yang bisa mencelakakan orang lain. Nah, yang seperti ini yang perlu penanganan khusus,” bebernya, Selasa.

Diskes Lampung Tengah mencatat, gangguan jiwa berat terbanyak di Kecamatan Kalirejo dan Poncowarno.

Lebih dari 300 kasus ditemukan di dua tempat tersebut. Karena itu, Diskes merencanakan pembangunan Klinik Sakit Jiwa. Alasannya, selain banyaknya penduduk yang terindikasi mengalami gangguan jiwa, pasien-pasien jiwa yang dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa kerap tidak dapat tertangani.

“Alasannya tidak cukup tempat. Jadi sering kali tidak tertangani dengan layak,” bebernya. Erna mengaku, dana yang dibutuhkan untuk membangun klinik diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 16 miliar. “Tapi itu sudah include peralatan dan pembangunan,” katanya lagi.

Halaman12
Editor: Ridwan Putra
Sumber: Tribunnews.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas