• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Timur

14 Persen Penduduk Lampung Sakit Jiwa

Selasa, 24 Januari 2012 17:50 WITA
TRIBUN-TIMUR.COM, gunung sugih - Dinas Kesehatan (Diskes) Lampung Tengah mengindikasikan sebanyak 14 persen dari total jumlah penduduk kabupaten setempat, mengalami sakit jiwa atau gangguan mentalitas.

Sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, Lampung Tengah terdiri dari 28 Kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 1.297.000 jiwa. Artinya, lebih dari 150 ribu penduduk masuk kategori kurang waras.

“Itu dari data terakhir kita per Tahun 2011. Dan setiap tahun pasti meningkat. Seiring dengan berbagai tingkat kesulitan dan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Erna Krisnawati, Kepala Diskes Lampung Tengah, selepas dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD, Selasa (24/1/2012).

Menurutnya, ada beberapa tingkatan dalam penyakit jiwa. Secara medik, gangguan mentalitas atau jiwa disebabkan oleh gangguan otak, yang ditandai dengan terganggunya emosi, proses berfikir, perilaku, dan persepsi. Sehingga mengubah pola psikologis atau perilaku pada umumnya dari perkembangan normal manusia.

“Tingkatannya itu macam-macam. Mulai dari yang bisa dirawat jalan, hilang sama sekali, sampai yang bisa mencelakakan orang lain. Nah, yang seperti ini yang perlu penanganan khusus,” bebernya, Selasa.

Diskes Lampung Tengah mencatat, gangguan jiwa berat terbanyak di Kecamatan Kalirejo dan Poncowarno.

Lebih dari 300 kasus ditemukan di dua tempat tersebut. Karena itu, Diskes merencanakan pembangunan Klinik Sakit Jiwa. Alasannya, selain banyaknya penduduk yang terindikasi mengalami gangguan jiwa, pasien-pasien jiwa yang dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa kerap tidak dapat tertangani.

“Alasannya tidak cukup tempat. Jadi sering kali tidak tertangani dengan layak,” bebernya. Erna mengaku, dana yang dibutuhkan untuk membangun klinik diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 16 miliar. “Tapi itu sudah include peralatan dan pembangunan,” katanya lagi.

Rencana Diskes membangun klinik jiwa mendapat sambutan baik dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Pasalnya, di Indonesia baru ada dua kabupaten yang merencankan klinik. Yaitu Kalimantan Barat dan Lampung Tengah.

“Dari Kemenkes sangat mendukung. Kalau Diskes Provinsi responnya baik. Tapi kita belum audiensi karena Kadisnya masih sibuk. Dengan Bupati, kita sudah audiensi dan responnya mendukung juga,” jelasnya. (dra)

Komisi IV Kaget

Komisi IV DPRD Lampung Tengah mengaku kaget mendengar pernyataan Dinas Kesehatan (Diskes), terkait 14 persen dari total jumlah penduduk kabupaten setempat dalam kondisi sakit jiwa.

“Saya sangat terkejut. 14 persen dari jumlah penduduk itu kan banyak. Jangan-jangan diantara kita atau di DPRD ini ada yang masuk kategori sakit jiwa. Bisa saja kan,” tandas Miswan Rody, Ketua Komisi IV.

Ia mengaku, Komisi IV dan Diskes akan membuat rapat lanjutan, dengan melibatkan beberapa komponen untuk mendalami masalah tersebut. “Kalau sudah harus segera punya klinik pelayanan kesehatan jiwa kita dukung. Kalau memang urgent,” imbuhnya.

Kepala Diskes Lampung Tengah Erna Krisnawati menargetkan, pembangunan klinik jiwa dapat direalisasikan pada tahun ini. “Untuk lokasi kita masih mencari. Tapi kemungkinan di tengah-tengah. Dari wilayah Seputih Barat maupun Seputih Timur. Sehingga terjangkau,” cetusnya.(*)

Editor: Ridwan Putra
Sumber: Tribunnews.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
78476 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas