Polemik Ketua DPRD Makassar
Sekwan Enggan Buka Surat Jika Busrah Tak Ada
Namun, Nurani mengatakan tak berani membuka surat yang dibuat berdasarkan hasil rapat pleno DPD II Partai Golkar, Selasa (17/1/2012), itu.
Tayang:
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi
Makassar, Tribun-timur.com -- Sekretaris DPRD Kota Makassar Nuraeni Ma'mur telah menerima surat penyampaian dari DPD II Partai Golkar Kota Makassar terkait usulan nama calon Ketua DPRD Kota Makassar. Surat tersebut diterima, Rabu (18/1/2012), sore. Namun, Nurani mengatakan tak berani membuka surat yang dibuat berdasarkan hasil rapat pleno DPD II Partai Golkar, Selasa (17/1/2012), itu.
Alasannya, Plt Ketua DPRD Kota Makassar M Busrah Abdullah tak ada dan sedang berada di Jakarta hingga, Jumat (20/1/2012). Busrah ke Jakarta, Rabu (18/1/2012), malam.
"Saya tak berani buka kalau Pak Busrah tak ada. Nanti dia protes seperti APBD, dia protes nanti kalau tidak dilibatkan, kendati ada wakil ketua lain yang juga Plt gantikan Pak Busrah," ujar Nuraeni, Kamis (19/1/2012).
Berdasarkan hasil rapat pleno, sebanyak dua nama diusulkan ke DPD I Partai Golkar Sulsel untuk diputuskan menjadi Ketua DPRD Kota Makassar menggantikan (alm) Ince Adnan Mahmud. Adnan meninggal, Agustus 2011.
Kedua nama diusulkan itu, Farouk Mappaseling Betta dan Haris Yasin Limpo. Nama Farouk pernah diusulkan namun dianulir oleh Ketua DPD I Syahrul Yasin Limpo. Setelah pleno digelar nama adik Syahrul, Haris diusulkan
Makassar, Tribun-timur.com -- Sekretaris DPRD Kota Makassar Nuraeni Ma'mur telah menerima surat penyampaian dari DPD II Partai Golkar Kota Makassar terkait usulan nama calon Ketua DPRD Kota Makassar. Surat tersebut diterima, Rabu (18/1/2012), sore. Namun, Nurani mengatakan tak berani membuka surat yang dibuat berdasarkan hasil rapat pleno DPD II Partai Golkar, Selasa (17/1/2012), itu.
Alasannya, Plt Ketua DPRD Kota Makassar M Busrah Abdullah tak ada dan sedang berada di Jakarta hingga, Jumat (20/1/2012). Busrah ke Jakarta, Rabu (18/1/2012), malam.
"Saya tak berani buka kalau Pak Busrah tak ada. Nanti dia protes seperti APBD, dia protes nanti kalau tidak dilibatkan, kendati ada wakil ketua lain yang juga Plt gantikan Pak Busrah," ujar Nuraeni, Kamis (19/1/2012).
Berdasarkan hasil rapat pleno, sebanyak dua nama diusulkan ke DPD I Partai Golkar Sulsel untuk diputuskan menjadi Ketua DPRD Kota Makassar menggantikan (alm) Ince Adnan Mahmud. Adnan meninggal, Agustus 2011.
Kedua nama diusulkan itu, Farouk Mappaseling Betta dan Haris Yasin Limpo. Nama Farouk pernah diusulkan namun dianulir oleh Ketua DPD I Syahrul Yasin Limpo. Setelah pleno digelar nama adik Syahrul, Haris diusulkan