Rumah Purnawirawan TNI AD Disatroni Perampok Bersenjata
Tribun Timur - Kamis, 19 Januari 2012 20:12 WITA

ilustrasi
Berita Terkait
- Karyawan Indomart Andi Tonro Tak Kenali Perampoknya
- Pelaku Perampokan Indomart Sulit Dikenali
- TNI AD dan Bank Mandiri Bantu Korban Bencana Sidrap
- Kapolres Jeneponto Bantah Anggotanya Perampok
- Terlibat Perampokan, Polisi Jeneponto Diringkus
- Perampok Bersenjata Api Gasak Emas dan Uang
- Perampok Lintas Provinsi Ditangkap di Hotel
- Kawanan Bertopeng Ninja Rampok Madrasah
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang purnawirawan TNI AD, Kolonel (purn) A Radjab Rachman (79), menjadi korban perampokan bersenjata di rumahnya, BTN Tabaria Blok A2, Kamis (19/1/2012). Pelaku berhasil kabur setelah pistol airs soft gun milik korban menyalak.
"Pelaku langsung melarikan diri setelah korban mengeluarkan senjata miliknya dan menembakkan ke atas udara," terang Kapolsekta Rappocini AKP Amran Allobaji.
Amran menjelaskan, peristiwa tersebut, diketahui Rachman setelah mendengar suara gaduh di ruang tengah rumahnya. Dimana saat itu korban sementara beristirahat di kamar pribadinya.
"Karena curiga atas adanya suara gaduh yang terdengar dari ruang tengah rumahnya, maka korban langsung mengecek. Namun tiba-tiba korban ditodong dengan senjata api rakitan milik pelaku," cerita Amran mengutip keterangan salah seorang saksi.
Kendati demikian, hingga saat ini polisi belum mengetahui identitas pelaku yang beraksi seorang diri tersebut.
Amran melanjutkan, aksi penodongan yang dilakukan pelaku agar korban mengangkat tangan tak digubris sama sekali oleh Radjab.
Dengan keberanian yang dimiliki Purnawirawan TNI, Radjab kemudian lari menuju kamarnya untuk mengambil pistol lantaran keselamatan dirinya ikut terancam.
"Korban yang merasa terancam langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Sembari melepaskan tembakan korban juga berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat," ujar mantan Wakapolsekta Biringkanaya Makassar.
Mendengar suara tembakan, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban, lantaran kaget ternyata korbannya juga memiliki senjata.
Tak satupun barang berharga milik korban yang sempat dibawa kabur oleh pelaku. "Namun sebelum kabur korban sempat menggeledah dua kamar milik korban. (*/tribun-timur.com)
"Pelaku langsung melarikan diri setelah korban mengeluarkan senjata miliknya dan menembakkan ke atas udara," terang Kapolsekta Rappocini AKP Amran Allobaji.
Amran menjelaskan, peristiwa tersebut, diketahui Rachman setelah mendengar suara gaduh di ruang tengah rumahnya. Dimana saat itu korban sementara beristirahat di kamar pribadinya.
"Karena curiga atas adanya suara gaduh yang terdengar dari ruang tengah rumahnya, maka korban langsung mengecek. Namun tiba-tiba korban ditodong dengan senjata api rakitan milik pelaku," cerita Amran mengutip keterangan salah seorang saksi.
Kendati demikian, hingga saat ini polisi belum mengetahui identitas pelaku yang beraksi seorang diri tersebut.
Amran melanjutkan, aksi penodongan yang dilakukan pelaku agar korban mengangkat tangan tak digubris sama sekali oleh Radjab.
Dengan keberanian yang dimiliki Purnawirawan TNI, Radjab kemudian lari menuju kamarnya untuk mengambil pistol lantaran keselamatan dirinya ikut terancam.
"Korban yang merasa terancam langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali. Sembari melepaskan tembakan korban juga berteriak meminta pertolongan kepada warga setempat," ujar mantan Wakapolsekta Biringkanaya Makassar.
Mendengar suara tembakan, pelaku langsung melarikan diri melalui pintu belakang rumah korban, lantaran kaget ternyata korbannya juga memiliki senjata.
Tak satupun barang berharga milik korban yang sempat dibawa kabur oleh pelaku. "Namun sebelum kabur korban sempat menggeledah dua kamar milik korban. (*/tribun-timur.com)
Penulis : Nashrudin
Editor : Muh. Irham