Wali Kota: Yang Ambruk di Atas Saluran Air Zaman Belanda
Tribun Timur - Minggu, 8 Januari 2012 22:48 WITA
Share |
los.jpg
twitter
amblas di Losari
Laporan Wartawan Tribun Timur Edi Sumardi

Makassar, Tribun-timur.com -- Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin mengatakan, di sepanjang Pantai Losari mulai dari Jl Haji Bau hingga Jl Nusantara depan pabrik terigu PT Eastern Pearl Flour Mills, terdapat 14 saluran air peninggalan penjajahan Belanda.

Sebanyak 13 saluran air berukuran kecil dan satu lainnya, yakni yang ambruk merupakan terbesar.

"Faktor usia konstruksi saluran dan curah hujan tinggi sebulan terakhir menjadi penyebab ambruknya saluran itu. Pekan lalu, saya melintas di jalan itu dan saya rasa ada masalah. Saya kemudian perintahkan Dinas PU untuk mendata saluran dan memperbaikinya. Jadi perlu saya tegaskan, ambruk bukan karena kelalaian, tapi sudah direncanakan diperbaiki konstruksinya, namun ambruk lebih dulu," ujar Ilham seraya mengucap syukur karena tak ada korban jiwa dan kendaraan kepada Tribun via telepon.

Dinas PU, kata Ilham menambahkan, segera memperbaiki saluran itu agar tak menghambat aktivitas warga utamanya arus lalu lintas di jalan padat itu.

"Di jalan itu tepatnya di atas saluran ambruk tak bisa diperkirakan berat kendaraan atau beban yang melintas. Ini juga bisa menjadi pemicu," tambah Ketua DPD I Partai Demokrat Sulsel ini saat menelepon dari rumah jabatannya.

Saluran yang ambruk berhulu atau sambungan dari saluran air yang terbuka di samping rumah jabatan Sekrov Sulsel Andi Muallim, Jl Sultan Hasanuddin. Seluruh saluran air berhulu di pusat kota, tegak lurus dari muara di pantai.

"Faktor abrasi, menjadi pemicu rusaknya drainase peninggalan kolonial itu," tambah Ilham seraya menambahkan, pernah terjadi banjir di Jl Sultan Hasanuddin, Makassar sekitar empat tahun lalu dan air banjir dibuang melalui saluran ini.

Pada akhir pembicaraan, Ilham mengatakan, perbaikan saluran ini menjadi tanggungjawab Pemkot Makassar kendati sebagian jalan yang dilalui saluran, jalan nasional seperti Jl Nusantara.(tribun-timur.com/edi)

Penulis : Edi Sumardi
Editor : Ina Maharani