Konflik Internal PSSI
Djoko: Saham PT LI Milik Klub ISL
Djoko: Saham PT LI Milik Klub ISL
Di dalam Kongres Bali, Januari 2011, PT Liga Indonesia sendiri diminta untuk menata kembali dua hal, yakni kepemilikan saham dan masalah keorganisasian.
Mencoba menanggapi, amanat itu pun dilakukan oleh sang penerima mandat. Lewat forum CEO klub-klub ISL yang digelar pada 13 Oktober, Joko yang diundang Farid Rahman memaparkan keputusan Kongres Bali yang terkait dengan kompetisi dan juga kepemilikan saham.
Untungnya pemaparan PT Liga Indonesia, kata Joko, saat itu direspon dengan baik oleh sejumlah klub. Sejumlah klub itu pun akhirnya menerima pelepasan 99 persen saham dari PSSI.
Karena itu, Joko menyatakan PSSI sudah tidak punya urusan lagi terhadap 99 persen saham itu. "PSSI, pengurus lama sebenarnya telah melepas sahamnya kepada seluruh klub peserta kompetisi musim 2011/12 per 2 Maret. Tapi saat itu kompetisi memang belum berakhir. Padahal Kongres Bali mengamanatkan pelepasan saham itu diterima klub-klub peserta musim 2011/12." terang Joko.
"Yang jadi masalah, PSSI saat ini tidak mengakui. PSSI menyatakan kalau mereka yang memiliki saham," terang Joko.
Pengakuan PSSI, yang menganggap masih memiliki hak atas ke 99 persen saham itu sendiri memang didukung oleh data di Departemen Hukum dan HAM (Depkumham). Namun Joko menjelaskan hal itu karena PSSI tak bisa membuka cela bagi PT Liga Indonesia untuk melaporkan peralihan saham ke Depkumham.
"Pada saat kami ingin melakukan proses, sampai ke pelaporan kepada Depkumham, PT LI tak bisa melakukan perubahan status hukum di Depkumham. Berdasarkan Surat PSSI tertanggal 23 Oktober, yang dikirim ke Depkumham, PSSI menyatakan masih memiliki Saham itu dan PSSI sengaja memblok," terang Joko.
"Secara administrasi, Depkumham memang melihat PSSI memiliki wewenang. Tapi sebenarnya kedaulatan saat ini ada di tangan klub-klub ISL. Karena itu, klub-klub ISL menunjuk advocat untuk melakukan gugatan ke pengadilan. Ya, karena PSSI sudah meyandera apa yang sudah diatur dalam keputusan PSSI sendiri," kata Joko.(*/tribun-timur.com)