Bentrok Bima
PKS: Sepantasnya Kapolri Diganti
PKS: Sepantasnya Kapolri Diganti
Hal tersebut dikatakan Ketua Kelompok Fraksi PKS di Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Aboe Bakar Al Habsyi di acara refleksi akhir tahun 2011 Fraksi PKS di Jakarta, Rabu (28/12/2011).
"Layaklah Presiden segera berpikir ulang menentukan kepemimpinan polri yang lebih baik. Berdasarkan penelitian selama 2011, sepantasnya Kapolri diganti," kata Aboe Bakar.
Menurut dia, masalah di berbagai daerah selama ini salah satunya lantaran ketidakcakapan kepemimpinan Timur.
"Kepolisian memilukan. Deteksi (dini) polisi sangat kedodoran. Buktinya, kerusuhan-kerusuhan terjadi. Sebut saja insiden Cikeusik, Temanggung, Ambon, Bali, dan lain sebagainya," kata dia.
Terakhir, terlihat dalam kasus pembubaran paksa aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat. Polri, lanjutnya, seharusnya bertanggungjawab atas peristiwa yang menewaskan dua orang itu. Dia mengkritik pernyataan pihak Polri yang langsung menyebut tindakan itu sudah sesuai dengan prosedur.
"Mau bicara apapun, gambar (video pembubaran di televisi) itu fakta, bahwa polisi tidak sesuai protap," kata Aboe Bakar.
Seharusnya, tambah dia, polri tidak boleh mengunakan Protap Nomor 1 terkait penangganan hura-hara dengan senjata api. Protap itu, jelas dia, hanya digunakan ketika anarki.
"Kenyataannya tidak ada aksi sadis, brutal, yang menimbulkan ketakutan saat itu," pungkasnya.(*/tribun-timur.com)