Konflik Internal PSSI
Jika Tidak Minta Maaf, La Nyalla Akan Dipecat
Jika Tidak Minta Maaf, La Nyalla Akan Dipecat
Majelis etik menyatakan La Nyalla cs harus meminta maaf karena telah melakukan tindakan pelanggaran etik. Selain itu, mereka harus berjanji tidak akan mengulangi tindakan pelanggaran etika dalam segala bentuk di PSSI.
Pelaksaan sanksi itu akan diterima Ketua Umum PSSI Djohar Arifin dan Komite Eksekutif (Exco) PSSI di kantor PSSI dan dikirimkan via pos tercatat kepada AFC dan FIFA dalam waktu 2x24 jam terhitung sejak putusan dibacakan.
"Apabila setelah batas waktu yang ditentukan tidak dilaksanakan seluruhnya, tiap terlapor yang tidak melaksanakan dijatuhkan sanksi pemberhentian permanen dari Komite Eksekutif PSSI maupun kegiatan sepak bola di seluruh Indonesia," kata Todung di Hotel Bidakara, Selasa (20/12/2011).
Todung mengatakan, sanksi yang diberikan bukanlah hal yang mudah. Majelis etik yang terdiri dari tujuh orang, kata dia, telah melakukan pengkajian selama dua bulan.
Anggota Majelis Etik Komaruddin Hidayat menambahkan, pihaknya hanyalah menjalankan amanat yang telah ditetapkan oleh Komite Etik PSSI.
"Kami ini tidak happy menghukum orang. Tapi karena kami diberi tugas komite etik, maka kalau ada pelanggaran, kami harus melakukan sesuatu. Ini merupakan komitmen kami dalam menerima mandat dan membangun tradisi sepak bola yang beretika. Kami telah berusaha seobjektif mungkin," terang Rektor Universitas Islam Negeri Jakarta ini.(*/tribun-timur.com)