Sabtu, 29 November 2014
Tribun Timur

Jangan Biarkan Bayi Menangis Malam Hari

Sabtu, 17 Desember 2011 12:58 WITA

Jangan Biarkan Bayi Menangis Malam Hari
shutterstock
Jangan biarkan anak menangis terlalu lama, karena bisa menyebabkan rusaknya neuron pada otak anak.
TRIBUN-TIMUR.COM - Ketika anak Anda menangis biasanya Anda akan menggendong, memberikan hal yang diinginkannya, atau menyusuinya jika masih batita. Berbagai hal sangat mungkin Anda lakukan untuk merespons tangisan anak. Namun bagaimana jika anak menangis pada malam hari, saat semua tidur nyenyak?

Jangan tinggal diam saat anak atau bayi menangis di malam hari. Jangan terkalahkan dengan rasa malas karena terlalu mengantuk misalnya. Apalagi membiarkan anak menangis di malam hari. Beberapa orangtua mungkin berpikir dengan mendiamkan anak saat menangis di malam hari, akan memberikan pembelajaran pada anak untuk 'menenangkan diri sendiri' sampai akhirnya ia bisa kembali tertidur. Namun benarkah bahwa membiarkan anak menangis itu bisa membantu kemandirian anak?

Psychology Today
menuliskan, peneliti mengungkapkan bahwa menangis bisa sangat berbahaya bagi anak-anak, dan berdampak seumur hidup. Tugas orangtua adalah melakukan upaya pencegahan, dengan memastikan bayi nyaman dan terpenuhi kebutuhannya, untuk mengurangi tangisan.

"Pengasuhan bayi yang baik akan meringankan kesulitan orangtua menghadapi anak, termasuk mengurangi tangis bayi. Sebaiknya jaga jangan sampai bayi menangis kecuali dalam keadaan darurat," ungkap Darcia Narvaez, Associate Professor of Psychology dan Director of the Collaborative for Ethical Education, University of Notre Dame.

Ketika bayi sedang stres, tubuh mereka mengeluarkan hormon kortisol yang bisa merusak atau bahkan menghancurkan jaringan neuron dalam otak. Dampaknya, orak bayi yang masih dalam masa perkembangan tak dapat berkembang optimal.

Menurut para peneliti dari Yale University dan Harvard Medical School, kerusakan pada jaringan otak dapat berakibat pada bahaya yang lebih tinggi seperti ADHD. Tak hanya itu, dalam jangka panjang, anak akan mengalami perkembangan akademis yang buruk dan bahkan kecenderungan untuk menjadi anti sosial.

"Tangisan di malam hari, di mana anak merasa di acuhkan oleh orangtua yang tak ingin terganggu tidurnya, menyebabkan stres. Selain juga berpengaruh pada masalah kepercayaan, gangguan kecemasan, dan berkurangnya fungsi otak," ujar Narvaes, menambahkan hal ini juga berpengaruh pada masalah genetik seseorang sehingga tidak bisa disembuhkan.

Maka sebaiknya, jangan membiarkan anak-anak menagis terlalu lama. Saat anak menangis, segera tenangkan anak dengan cara bijaksana, agar tak lagi menangis namun tak berarti juga membuat anak menjadi ketergantungan terhadap Anda dan menjadi manja karenanya.(*/tribun-timur.com)

 

Editor: Muh. Irham
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas