A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Warga Bone yang Disekap di Somalia Disambut Tangis Keluarganya - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Timur

Warga Bone yang Disekap di Somalia Disambut Tangis Keluarganya

Kamis, 15 Desember 2011 18:40 WITA
Warga Bone yang Disekap di Somalia Disambut Tangis Keluarganya
Tribun/Mahyudin
keluarga Djasmil salah satu kru kapal milik Crude Palm Oil (CVO) Singapura yang sempat disandera di negara Somalia, di Jl Lapawawoi, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis (15/12/2011) sore.
Watampone, Tribun-timur.com -- Kedatangan Djasmil salah satu kru kapal milik Crude Palm Oil (CVO) Singapura yang sempat disandera di negara Somalia, disambut  tangis oleh keluarganya di Jl Lapawawoi, Kelurahan Biru, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis (15/12/2011) sore.

Sejumlah pihak keluarga yang telah lama menunggu kedatangan langsung memeluk pria kelahiran  Kolaka 1 Februari 1973 ini.

Djasmil yang ditemui dikediaman orang tuanya menyebutkan bahwa dirinya ketika itu ditawan selama tujuh bulan oleh perompak somalia. Kapal MT Gemini yang memuat minyak kelapa sawit bahkan diserang oleh perompak bersenjata lengkap dan mengendarai speed boat.

Kapal yang yang berangkat dari Sumatra dengan tujuan Mombasah, Kenya tersebut akhirnya berhenti setelah kawanan perombak beranggotakan enam orang tersebut melontarkan senjata RPJ ke arah anjungan kapal  hingga beberapa kali.

"Kami lalu bersembunyi di ruang mesin kapal untuk menghindari serangan para perompak, " kata Djasmil menceritakan pengalaman hidupnya selama ditawan perompak somalia.

Kejadian tersebut terjadi saat fajar menyingsing sehingga sebagian kru kapal lainnya tidak mengetahui kejadian tersebut. Kapal MT Gemini sendiri hanya memiliki 25 kru. 13 diantaranya merupakan warga Indonesia, empat warga Korea, tiga warga Burma dan lima warga Cina.

Ketika itu, perompak lalu naik ke atas kapal dan menodongkan senjata ke kapten kapal. Para perompak juga meminta kapten kapal menunjukkan persembunyian awak kapal lainnya. Usai menemukan awak kapal, para awak kapal kemudian disekap dalam ruang rekreasi berukuran 6x6.

" Kendati disekap kami tetap diberi pangan yang cukup, " ujar Djasmil.(*)
Penulis: Mahyuddin
Editor: Imam Wahyudi
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas