A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Mantan Kepsek SMK 5 Diperiksa di Kejari Makassar - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribun Timur

Mantan Kepsek SMK 5 Diperiksa di Kejari Makassar

Selasa, 22 November 2011 19:22 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Kepala Sekolah SMK 5 berinisial CM, diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Negeri Makassar, Selasa (22/11/2011). Ia dimintai keterangan soal dugaan penyalahgunaan bantuan dana dari Kementerian Pendidikan RI sebesar Rp 5 miliar. Dana ini diduga telah diswakelolakan dan tidak digunakan untuk pembangunan fisik gedung pengadaan alat-alat penunjang praktek di SMK 5 Makassar.

Proyek ini sendiri dimulai pada tahun 2010 lalu dimana Kepsek SMK CM sebagai KPA atau Kuasa Penuh Anggaran terhadap penggunaan dana Rp 5 milliar. CM kepada tribun-timur.com mengatakan, ada 17 SMK di seluruh Indonesia yang menjadi sekolah percontohan, termasuk SMK 5 Makassar. CM mengatakan, dana yang dicairkan pada bulan Juni 2010 sebesar Rp 3 miliar.

Lebih lanjut CM menjelaskan bahwa saat itu yang menjadi rujukan adalah Kepres 54. "Kepres itulah yang menjadi referensi kami dimana disitu disebutkan bahwa pembangunan bisa dibangun sendiri dengan syarat ada orang yang berkompeten di dalamnya. Kami kan dari SMK yang disitu ada ahli arsitektur, sipil dan engineering. Jadi kepres itulah yang menjadi pedoman kami dan tidak ada penyelewengan," katanya.

Sementara itu Kasi intelijen Kejari M Syahran Rauf mengatakan bahwa ini hanya klarifikasi terkait kasus penanganan dana Bantuan Dari kemediknas kepada SMK di Makassar. "Bendahara juga sudah kami klarifikasi beserta mantan  kepala sekolahnya CM. Pengkalirifikasian ini karena ada kemiripan dengan kasus SMK BPPKT dimana ada juga dana APBD dan APBN. Sementara kami kembangkan kasus ini,"  katanya. (*/tribun-timur.com)
Penulis: Ilham Mulyawan
Editor: Muh. Irham
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
72976 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas