Menderita, Orangutan Minta Perlindungan SBY
Daniek menceritakan tanggal 3 November 2011, satu orangutan jantan dewasa ditemukan babak belur di kawasan perkebunan milik Malaysia
Tayang:
Editor:
Ridwan Putra
TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA - Center for Orangutan Protection menggelar aksi di depan Istana negara
Selasa (14/11/2011). Dalam aksi itu, aktivis berkostum orangutan dan
hanoman duduk menghadap istana meminta SBY mendukung Balai Konservasi
Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menegakkan hukum perlindungan orangutan
di Kalimantan Timur.
"Selama ini orangutan tidak pernah mendapatkan perhatian yang serius. Bukti sudah di depan mata, di Kalimantan banyak ditemukan orangutan disiksa,luka-luka dan bahkan tewasnya," ungkap perwakilan dari Center for Orangutan Protection, Daniek Hendarto.
Daniek menceritakan tanggal 3 November 2011, satu orangutan jantan dewasa ditemukan babak belur di kawasan perkebunan milik Malaysia. "Kami menduga orangutan itu disiksa dan mengalami patah tulang," ucap Daniek.
Menurut Daniek hal itu cukup menjadi bukti bagi BKSDA menyeret manajemen perkebunan ke penjara. "Bukti sudah ada, melanggar Undang-undang no.5 tahun 1990 mengenai Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya," tambah Daniek.(*)