Citizen Reporter
Macet 22 Jam
Laporan: Bahar Ngitung anggota DPD RI melaporkan dari Mina
Penulis: CitizenReporter | Editor: Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM -- Setelah melaksanakan wukuf di Arafah, rombongan jamah Haji sebanyak 335
yang tergabung pd Travel Ananda Nurul Haromain, serentak bergerak menuju
Musdalifah bersama 3 juta umat Islam dari seluruh penjuru dunia.
Saya bersama 43 jamaah tergabung dalam rombongan pertama. Termasuk Wagub
Sulsel Agus Arifin Nu'mang, Kadis Pertanian Sulsel Luthfi Halide,
Iskandar Idy mantan Direktur Haji, beberapa pengusaha dari Jakarta asal
Sulsel, mendapat panggilan kedua untuk segera naik bus menuju
Musdalifah. Jarak Arafah-Musdalifah 7 Km untuk mengambil batu-batu dan
Mabit dan setelah lewat tengah malam selanjutnya menuju Mina 5 km untuk
melontar Jumrah Aqaba dan Tahallul awal dan selanjutnya ke Masjid Haram
(7 km) untuk melaksanakan tawaf Ifadah, sa'i.
Tapi semua rencana manusia hanya Allah jualah yang menentukan
segalanya. Perjalanan Arafah-Mina 12 km yang biasanya ditempuh 30 menit,
rombongan kami harus menempuh 22 jam. Subhanallah hanya doa, dzikir
yang dapat kami panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa, kami berangkat
dari Arafah jam 19.30 malam. Tapi jam 11 pagi besoknya kami masih berada
di daerah Musdalifah jarak 7 km dari Arafah.
Atas Kuasa Allah semua jamaah sehat dan tetap semangat dan yang aneh
tidak ada yang merasa lapar ataupun buang air besar. Keadaan jalan
jalur-jalur menuju Musdalifah yang kami pilih macet total bersama dengan
ribuan kendaraan dan jamaah dari negara-negara lain.
Alhamdulillah berkat bantuan Allah SWT kami semua tiba dengan selamat
di Mina jam 17.30 selanjutnya melontar jumrah aqabah dan tahallul.
Rencana semula untuk ke Masjidil Haram ditunda pada hari terakhir setelah kembali dari Mina pada hari Rabu (Nafar Tsani).
Sebagai rasa syukur dan keyakinan bahwa bagi jamaah haji yang menggundul
rambut setelah tahallul tiga kali lebih cepat doanya diterima oleh
Allah SWT, kami semua mencukur kepala sampai botak termasuk Wagub
Sulsel.