Undangan Pernikahan di Mangasa, Keracunan
Tribun Timur - Minggu, 30 Oktober 2011 20:39 WITA

Tribun Timur/Syamsul Bahri
Keluarga menunggui korban keracunan di Rumah Sakit Sultan Daeng aja, Bulukumba, beberapa waktu lalu
Berita Terkait
- Pernikahan Dini Picu Peningkatan Perceraian di Bone
- Minum Obat Harus Sesuai Resep Dokter
- Polisi Selidiki Pemilik Obat Citoril
- Belajar Nikah Sebelum Kawin
- Taufik Hidayat Diundang di Pesta Pernikahan Lin Dan
- Wali Kota Makassar Puluhan Kali jadi Saksi Pernikahan
- Sekeluarga Keracunan Usai Makan Sayur Ace-ace
- Pernikahan Massal di India untuk Hapus Tradisi Prostitusi
- Antasari Azhar Jadi Wali Pernikahan Putrinya
- 24 Warga Keracunan Makanan Maulid
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan tamu undangan acara pernikahan termasuk pihak hajatan di Jl Sultan Alauddin II, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, diduga keracunan makanan, Minggu (30/10) siang, saat menyantap sajian makanan di acara pernikahan tersebut.
Sejumlah korban dilarikan ke Rumah Sakit Faisal dan Rumah Sakit Labuang Baji. Enam orang dirawat di RS Faisal masing-masing, Tina (27), Sinta (18), Sabaruddin (20), Suardi (42), Rita (40), dan Mukhtar (34).
Sedangkan yang dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji sebanyak 17 orang. Beberapa di antaranya adalah anak-anak. Sementara delapan orang lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumahnya.Menurut seorang undangan yangdiduga keracunan makanan, Mukhtar, ia menyantap nasi, ayam dan sate, termasuk minum air mineral
yang disediakan. "Tiba-tiba setelah menikmati hidangan, Saya dan lima keluarga Saya merasa mual dan pusing-pusing," ungkapnya.
Para tamu lainnya juga mengalami hal serupa. Kondisi itu rupanya sudah dikeluhkan pihak undangan dan pemilik hajatan sendiri sehingga sejumlah pihak keluarga yang menggelar acara meminta para tamu undangan untuk tidak mengkonsumsi hidangan yang disediakan di atas meja.
"Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, Kami mengganti hidangan lama dengan hidangan baru," ujar salah satu keluarga pemilik hajatan, Saifuddin Dg Muntu (50).
Ditambahkan, ada sebanyak 200 undangan yang disebar untuk acara pernikahan tersebut. Selain itu, sejumlah keluarga lainnya diundang dengan lisan. Sementara rempah untuk membuat makanan dibeli dari salah satu pasar di Kabupaten Gowa.(*)
Sejumlah korban dilarikan ke Rumah Sakit Faisal dan Rumah Sakit Labuang Baji. Enam orang dirawat di RS Faisal masing-masing, Tina (27), Sinta (18), Sabaruddin (20), Suardi (42), Rita (40), dan Mukhtar (34).
Sedangkan yang dilarikan ke Rumah Sakit Labuang Baji sebanyak 17 orang. Beberapa di antaranya adalah anak-anak. Sementara delapan orang lainnya telah diperbolehkan pulang ke rumahnya.Menurut seorang undangan yangdiduga keracunan makanan, Mukhtar, ia menyantap nasi, ayam dan sate, termasuk minum air mineral
yang disediakan. "Tiba-tiba setelah menikmati hidangan, Saya dan lima keluarga Saya merasa mual dan pusing-pusing," ungkapnya.
Para tamu lainnya juga mengalami hal serupa. Kondisi itu rupanya sudah dikeluhkan pihak undangan dan pemilik hajatan sendiri sehingga sejumlah pihak keluarga yang menggelar acara meminta para tamu undangan untuk tidak mengkonsumsi hidangan yang disediakan di atas meja.
"Untuk mengantisipasi bertambahnya korban, Kami mengganti hidangan lama dengan hidangan baru," ujar salah satu keluarga pemilik hajatan, Saifuddin Dg Muntu (50).
Ditambahkan, ada sebanyak 200 undangan yang disebar untuk acara pernikahan tersebut. Selain itu, sejumlah keluarga lainnya diundang dengan lisan. Sementara rempah untuk membuat makanan dibeli dari salah satu pasar di Kabupaten Gowa.(*)
Penulis : Mahyuddin
Editor : Ridwan Putra
