Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Tanya & Beritahu (Bedakan dong) !!!!!

Mungkin anda yang membaca tulisan saya ini juga merupakan salah satu orang yang terkadang terjebak dalam fenomena di atas.

Tayang:
Editor: Ridwan Putra
oleh RIZALDI MUCHSIN
PNS Bagian Administrasi Pemerintahan Umum
Pemkab Gowa

SUATU ketika, Seorang anak perempuan dekil dan kotor yang saya perkirakan berumur enam tahunan, sedang terduduk menangis di pinggir suatu perempatan jalan. 

Di dekatnya dua orang anak laki-laki yang tampak lebih tua dan lebih besar tertawa dan sesekali saling berpandangan lalu kembali memandangi anak perempuan yang menangis tadi tanpa berhenti tertawa.

Kesimpulan saya saat itu, mereka sedang mengerjai sambil mengolok-olok anak perempuan tadi tanpa sedikitpun rasa kasihan. Entah soal apa dan mengenai apa yang anak-anak jalanan ini ributkan, yang jelas anak perempuan itu terlihat sangat sakit hati dan terus saja berkata sambil menangis kepada kedua anak lelaki tadi, “Kutanya ko Bapakku.. Kutanya ko Bapakku..”.
 
Seorang wanita, tampak belum terlalu tua dengan pakaian dan dandanan seperti kebanyakan ibu-ibu necis dan terpelajar lainnya sedang duduk sambil berbincang dengan teman sebayanya. 

Mereka duduk pas di samping meja saya di suatu cafe di pinggiran Losari, dan dari perbincangan mereka yang tidak sengaja terdengar oleh saya, mereka sepertinya teman lama yang sama-sama berprofesi sebagai seorang guru SMA di kota ini.

Sambil menikmati Sunset sambil minum segelas cokelat hangat yang saya pesan, saya kembali memperhatikan kedua wanita tadi. Tampaknya salah seorang sedang sibuk berbincang lewat handphonenya dan yang satu lagi memperhatikan dengan seksama sambil terus menatap ke wajah temannya.

Ketika selesai menelpon, wanita tadi lantas berkata kepada temannya yang sedari tadi memperhatikannya “Saya sudah tanya suami saya, kalau malam ini saya agak terlambat pulang karena akan jalan-jalan dengan teman lama saya, tidak ada masalah”. lalu mereka tampak tertawa begitu bahagia.
 
Dua pengalaman saya tadi mungkin salah contoh dari begitu banyak pengalaman-pengalaman saya lainnya yang membuat saya bingung terhadap suatu keadaan yang sedang terjadi pada sebagian besar masyarakat di MAKASSAR bahkan Sulawesi Selatan saat ini, dimana penggunaan kata Tanya dan Beritahu sangat susah mereka gunakan pada tempatnya masing-masing. 

Tanpa mereka sadari, penggunaan kata "Tanya" pada sebuah kalimat, terkadang salah dan artinya menjadi membingungkan saya yang mendengarnya, tetapi sepertinya bagi orang lain sudah menjadi wajar, atau mungkinkah mereka sudah membakukan kata Tanya sama dengan kata Beritahu sehingga Beritahu bisa saja digantikan dengan kata Tanya.?

Mungkin anda yang membaca tulisan saya ini juga merupakan salah satu orang yang terkadang terjebak dalam fenomena di atas. 

Kalimat-kalimat seperti “Tanyaka’ juga apa rahasiamu nah.” Atau “Kenapa tidak nutanyaka’ kalau pulangmi temanmu?” adalah contoh-contoh kalimat yang salah yang sangat sering saya dengar diucapkan oleh anak-anak jalanan, teman-teman di kampus, orang-orang yang saya temui di jalan, bahkan teman-teman di kantor saya (Masya Allah)...
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved