Kamis, 18 Desember 2014
Tribun Timur

Rumah Sakit Salewangan Maros Kewalahan Tangani Pasien Muntaber

Rabu, 21 September 2011 16:56 WITA

MAROS, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebagian besar pasien balita di Rumah Sakit Salewangan, Kabupaten Maros, mengidap penyakit muntaber. Mereka menumpuk di ruang perawatan kelas III bangsal anak.

Kepala Bangsal Ruangan Perawatan Anak RSUD Salewangang Maros Kuntarni Hardjo saat ditemui di kantornya mengatakan, ruangan perawatan anak bagi pasien gratis sudah penuh. Sebab jumlah penderita muntaber semakin bertambah. "Bahkan kami sudah alihkan pasien gratis ini ke bangsal kelas II, tapi semua ruangannya juga sudah padat," jelas Kuntarni.

Adapun kapasitas untuk semua ruangan perawatan anak idealnya hanya 14 pasien. Termasuk satu unit ruangan pasien pengguna jaminan kesehatan gratis dan dua ruangan perawatan pasien umum. Ditambah lagi dua ruangan kelas satu masing masing hanya bisa menampung satu pasien.

"Meski pasien yang menggunakan jaminan kesehatan gratis yang seharusnya ditempatkan pada bangsal kelas tiga, terpaksa ditempatkan di bangsal kelas dua. Kami tetap memberikan kebijakan pelayanan secara gratis. Apa boleh buat, ruangan untuk kelas tiga semuanya sudah penuh, sementara pasien gratis banyak", tambah Kuntarni.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Salewangang Maros dr Edi Muktar, mengatakan, meningkatnya pasien balita yang dirawat di rumah sakit disebabkan penyakit muntaber dan infeksi saluran pencernaan akut (ISPA). Hal ini disebabkan karena bakteri dan kuman. Namun penyakit ini sifatnya musiman terjadi di kalangan masyarakat Maros.  

"Penyakit ini menyerang bayi dan balita setiap pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau. Begitu juga sebaliknya. Pasti banyak anak terserang muntaber," kata Edi.

Faktor lain yang menjadi pemicu yakni air dan pergantian cuaca. Selain itu jenis penyakit ini mudah menular. Baik disebabkan oleh binatang dan faktor air yang dikonsumsi. Selain itu pola hidup masyarakat sendiri yang tidak menjaga kebersihan lingkungannya.

Seperti yang terjadi pada Randi yang baru berumur 14 bulan. Menurut ibu kandungnya, Ripi, anaknya terserang muntaber sejak tiga hari lalu. Meskipun selama ini Ripi sudah menerapkan pola hidup sehat. Bahkan untuk minum sekeluarga, ia juga menggunakan air dari PDAM.  Warga di desa Marumpa Kecamatan Mandai ini hanya bisa pasrah. Perawatan anaknya ia serahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit. (*/tribun-timur.com)
Penulis: Mutmainnah
Editor: Muh. Irham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas