• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 30 Oktober 2014
Tribun Timur

Warga Makassar Makin Kesulitan Mendapatkan Air Bersih

Sabtu, 3 September 2011 16:26 WITA
Warga Makassar Makin Kesulitan Mendapatkan Air Bersih
ilustrasi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Produksi air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar semakin sulit diperoleh, khususnya pelanggan yang bermukim di bagian utara kota.
    
"Sepanjang Ramadan hingga saat ini, dalam sehari sudah sangat beruntung jika mendapatkan air PDAM satu ember," kata salah seorang pelanggan PDAM, Subaedah, di Kelurahan Kalukuang, Kecamatan Tallo, Makassar, kemarin.
     
Menurut dia, untuk mendapatkan air bersih sebanyak satu baskom harus menunggu hingga larut malam, karena tidak memiliki mesin pompa air.
     
Dia mengatakan, pelanggan yang tidak memiliki pompa air terpaksa mengalah dan menunggu pelanggan yang memiliki pompa air untuk menyedot air PDAM yang semakin terbatas pada musim kemarau.
     
Sementara itu, pelanggan PDAM di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Hasmira, mengatakan, sudah sebulan lebih tidak mendapatkan layanan air bersih dari PDAM.
     
"Padahal kami tetap harus membayar biaya langganan setiap bulan, sedangkan layanan tidak memuaskan," katanya.
     
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, lanjut  dia, terpaksa membeli air pada penjual air keliling dengan harga Rp1.000 per jerigen.
     
Sedangkan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), lanjut dia, terpaksa harus mengangkat air dari sumur tetangga, itupun harus mengantre.
    
Menanggapi hal tersebut, ia berharap agar pihak PDAM segera menurunkan tangki-tangki PDAM ke lokasi yang sulit memperoleh air bersih.
    
Hal senada dikemukakan Badan Pekerja Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Makassar, Salma Ruslan.
    
Menurut dia, seharusnya pihak PDAM memberikan dispensasi atau keringanan bagi pelanggan yang kurang mendapatkan layanan air bersih.
    
"Tidak boleh disamaratakan dengan pelanggan yang mendapatkan air bersih dengan lancar, karena itu merupakan bagian dari hak dan kewajiban pelanggan dan perusahaan," katanya. (*/tribun-timur.com)
Editor: Muh. Irham
Sumber: Antara
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas