Penculikan Anak Dosen UIN Alauddin Disinyalir Bermotif Dendam
Tribun Timur - Rabu, 24 Agustus 2011 17:52 WITA
Berita Terkait
- Polsek Rappocini Selidiki Tas di Puri Taman Sari
- Dua Spesialis Pembobol Counter Ponsel Dibekuk
- Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Atas Sajadah
- Sembilan Tersangka Pembobol Rumah Ditangkap Saat Pesta…
- Pencuri Beraksi di Belakang Markas Polisi Rappocini
- IRT Ditemukan Tewas Berlumuran Darah di Lengan
- Dua Bocah Kompleks BTN Agraria Jadi Korban Penculikan
- Dua Kelompok Remaja Tawuran Usai Salat Subuh di Minasa…
- Marsel Dihajar Massa di Jl Maccini Raya
- Polisi Harus Jelaskan Asal Peluru Nyasar di Jl Emmy…
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Nur Syamsiah Tekeng, orang tua Jihan Jalilah (10), bocah yang sempat diculik, beberapa hari lalu, melaporkan kasus tersbut ke Markas Polsek Rappocini, Makassar, Rabu (24/8/2011). Ia menduga, motif penculikan anak bungsunya itu adalah dendam lama dari rekan kerjanya.
Syamsiah melapor ke Mapolsek Rappocini dengan didampingi suaminya, Jamaluddin. "Kasus penculikan anak saya, secara resmi sudah kami laporkan di Polsek Rappocini. Sepertinya pelakunya dendam pada keluarga kami," kata Syamsiah usai melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas penculikan anaknya meski anaknya telah ditemukan.
"Kami meminta agar aparat polisi bisa mengungkap pelakunya," ujar mantan aktivis HMI ini.
Kapolsekta Rappocini, Kompol Herman yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, telah menerima laporan kasus penculikan yang dialamai Jihan di Kompleks Agraria, kemarin.
"Laporannya sudah kami terima dari orang tua korban, dan kami akan segera tindak lanjuti," ujar Kompol Herman.
Selain Jihan, Sry Ayu Humaera Febriani (10) anak dari salah seorang pengacara di Makassar, juga menjadi korban penculikan dari dua orang pengendara motor. Kedua korban penculikan ini secara resmi sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Akibat penculikan yang dialami korban yang masih duduk di bangkus SD itu merasa trauma dengan kejadian tersebut. (*/tribun-timur.com)
Syamsiah melapor ke Mapolsek Rappocini dengan didampingi suaminya, Jamaluddin. "Kasus penculikan anak saya, secara resmi sudah kami laporkan di Polsek Rappocini. Sepertinya pelakunya dendam pada keluarga kami," kata Syamsiah usai melaporkan peristiwa tersebut ke polisi.
Dosen Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mendesak pihak kepolisian agar segera mengusut tuntas penculikan anaknya meski anaknya telah ditemukan.
"Kami meminta agar aparat polisi bisa mengungkap pelakunya," ujar mantan aktivis HMI ini.
Kapolsekta Rappocini, Kompol Herman yang dikonfirmasi terpisah, mengatakan, telah menerima laporan kasus penculikan yang dialamai Jihan di Kompleks Agraria, kemarin.
"Laporannya sudah kami terima dari orang tua korban, dan kami akan segera tindak lanjuti," ujar Kompol Herman.
Selain Jihan, Sry Ayu Humaera Febriani (10) anak dari salah seorang pengacara di Makassar, juga menjadi korban penculikan dari dua orang pengendara motor. Kedua korban penculikan ini secara resmi sudah melaporkan kasus tersebut ke polisi.
Akibat penculikan yang dialami korban yang masih duduk di bangkus SD itu merasa trauma dengan kejadian tersebut. (*/tribun-timur.com)
Penulis : Nashrudin
Editor : Muh. Irham