Sulbar

Angker, Hutan Ganda Dewata Sulbar Bakal Jadi Taman Nasional

Angker, Hutan Ganda Dewata Bakal Jadi Taman Nasional

Angker, Hutan Ganda Dewata Sulbar Bakal Jadi Taman Nasional
Gunung Ganda Dewata, Mamasa, Sulawesi Barat
MAMUJU, TRIBUN-TIMUR.COM  - Gubernur Provinsi Sulawesi Barat menyetujui pegunungan Ganda Dewata di Kabupaten Mamasa dijadikan taman nasional.
    
"Pada prinsipnya Pemerintah di Sulbar sepakat Gunung Ganda Dewata di Kabupaten Mamasa dijadikan taman nasional," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh di Mamuju, kemarin.
    
Ia mengatakan, Pemerintah di Sulbar setuju usulan Kementerian kehutanan untuk mengalihfungsikan Gunung Ganda Dewata di Kabupaten Mamasa, yang memiliki luas hutan lindung sekitar 79.342 hektare, menjadi taman nasional dan suaka margasatwa.
    
"Namun hutan lindung di Ganda Dewata yang dikenal angker oleh masyarakat itu harus hati-hati mengelolanya, karena jarang manusia yang mampu menjangkaunya," katanya.
    
Ia mengatakan, Sulbar masih memiliki hutan lindung yang cukup luas diantaranya wilayah pegunungan Sandapang yang selama ini menjadi pegunungan yang sering dituju para pendaki  dengan luas 148.298 hektare,       
       
Hutan itu, kata Gubernur, juga akan dialih fungsikan menjadi taman nasional yang dapat menjadi aset wisata hutan.
    
"Pemerintah Provinsi Sulbar telah melakukan kajian terhadap kondisi hutan di Sulbar dengan bekerjasama tim koservasi hutan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, untuk menjadikan pegunungan Sandapan yang merupakan gunung tertinggi di Mamuju menjadi suaka margasatwa yang nantinya juga dapat menjadi wisata hutan," katanya.
    
Ia mengatakan, hutan lindung di Sulbar juga terdapat di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman yang akan dialihfungsikan menjadi taman hutan raya (Tahura).
    
"Seluas 941 hektare hutan lindung di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polman juga akan dialihfungsikan menjadi Tahura yang nantinya juga akan menjadi wisata hutan di Sulbar," katanya.
    
Menurut dia, sebentar lagi rancangan tata ruang wilayah (RTRW) Sulbar akan selesai disusun 2012, sehingga hutan di Sulbar dilakukan alih fungsi untuk menjadi taman nasional dan suaka margasatwa, maupun taman hutan rakyat untuk memetakan wilayah hutan di Sulbar.(*/tribun-timur.com) 
Editor: Muh. Irham
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved