A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Lokakarya Penanggulangan Kemiskinan di Sulsel - Tribun Timur
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 22 Juli 2014
Tribun Timur

Lokakarya Penanggulangan Kemiskinan di Sulsel

Rabu, 27 Juli 2011 21:46 WITA
Mawardi
Aktivis NGO
Melaporkan dari Makassar

Biro Kesejahteraan Sosial Provinsi Sulawesi Selatan menyelenggarakan Lokakarya Penyusunan Rancangan Perda tentang Penanggulangan Kemiskinan di Sulsel, Rabu (27/7). Kegiatan ini berlangsung di ruang data Kantor Gubernur Sulsel.
   
Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 64 peserta dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel. Hadir sebagai pembicara pada lokakarya ini adalah Kepala Biro Hukum dan HAM Provinsi Sulsel A Yusran dan akademisi Unhas Alwi Rachman.
   
Pembicara lainnya adalah Koordinator FIK Ornop Sulsel Khudri Arsyad dan praktisi hukum Mappinawang. Lokakarya ini dipandu Mulyadi Prajitno, Direktur YKPM Sulsel.
   
Kepala Biro Bina Kesejahteraan Sulsel Andi Murlina PA dalam pengantarnya menyampaikan bahwa untuk mendorong percepatan peningkatan kesejateraan rakyat maka perlu langkah-langkah secara terpadu dan terencana serta kesiapan dari segi regulasinya. Ini maksudkan agar penanggulangan kemiskinan dan percepatan peningkatan kesejahteraan warga masyarakat dapat terintegrasi dengan baik.
   
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memeroleh informasi dan masukan konstruktif dari berbagai pihak dalam rangka penyusunan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan.
   
Pernyataan Murlina itu berkesesuai dengan pemaparan Khudri. Dari pemantauannya di lapangan, selama ini kebijakan atau program penanggulangan kemiskinan cenderung parsial artinya masing-masing SKPD maupun daerah bergerak sendiri-sendiri. Tidak tersinergi dan terkoordinasi dengan baik.     
   
"Akibatnya tidak jarang kegiatan penanggulangan kemiskinan tersebut tumpang tindih dengan program lainnya. Ke depan harapan kita semua, kebijakan program penanggulangan kemiskinan tersinergikan, terjadi sinkronisasi, dan harmonisasi antara semua pihak, dari pusat sampai daerah, maupun antara SKPD dan pihak swasta," jelas Khudri.
   
Pada pertemuan ini peserta lokakarya sepakat mengusulkan adanya perbaikan data base dan studi marginalitas menjadi masukan yang penting dalam penyusunan Ranperda Penanggulangan Kemiskinan. (*)
Penulis: CitizenReporter
Editor: Ridwan Putra
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas