
- TOT Perempuan Adat Tana Toraja
- Perempuan Pimpin Desa Moncongloe
- Gerakan Perempuan Maros akan Deklarasi Keterwakilan…
- Azwar Hasan: Figur Perempuan Harus Kompeten
- PKS Target Loloskan Caleg Perempuan
- SDG Cari Peserta Perempuan
- Perempuan Maros Belajar Pelatihan Gender
- Wajibkan Kuota 30% Caleg Perempuan
- Pemilih Perempuan di Enam Desa di Maros Meningkat
- Lusa, Maupe Bahas Peran Perempuan di Pilgub
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Perempuan muda pada umumnya terpikat pada pria matang yang memiliki ambisi, kekuasaan, dan kekayaan. Namun perempuan yang telah matang kepribadian dan pengalamannya ternyata lebih memilih pria yang ramah dan dapat diandalkan, begitu menurut sebuah studi baru.
Penelitian yang dilakukan oleh situs parenting Netmums dan majalah Saga
ini melibatkan 9.000 perempuan usia 16 hingga 75 tahun. Dari survei
terlihat bahwa perempuan muda memang mudah tergoda dengan pria yang
ambisius.
Lebih dari separuhnya mengakui bahwa mereka menginginkan pria
yang mampu memanjakan mereka dengan barang-barang mahal, dan hampir
seperempatnya mengatakan keinginannya untuk pasangan yang mampu menjabat
posisi tinggi dalam kariernya.
Sebaliknya, dari survei terlihat
juga bahwa lebih dari separuh perempuan yang lebih matang menginginkan
pria yang dapat mengatasi kebutuhan emosional mereka.
"Menarik
juga melihat apa yang dicari perempuan dari masing-masing generasi dalam
sosok seorang pria. Perempuan muda tampaknya ingin mempunyai semuanya:
tampang, uang, ambisi, dan kejujuran. Sementara perempuan yang lebih tua
menghargai nilai-nilai yang lebih tradisional seperti kebaikan, humor,
dan dapat diandalkan," tutur Sibhoan Freegard dari Netmums.
Kalau
begitu, coba Anda bayangkan, siapa yang seharusnya dipilih oleh Carrie
Bradshaw: Aidan yang sensitif, atau Mr Big yang ambisius dan kaya?
Di
samping perbedaan, ternyata ada persamaan kualitas yang diinginkan
semua perempuan, tak peduli berapa usianya. Mereka sepakat bahwa chemistry
secara seksual adalah salah satu faktor terpenting dalam hubungan. Yang
mengejutkan, perempuan usia 70-an ternyata lebih menghargainya
ketimbang perempuan usia 40-an. Dugaan para peneliti, hal ini disebabkan
keinginan perempuan untuk menomorsatukan keluarga sebelum anak-anak
meninggalkan rumah saat dewasa nanti.
Sexual chemistry
ini rupanya muncul kembali ketika perempuan memasuki usia 50-an,
menunjukkan bahwa perempuan masih menghargai hal-hal yang membuat mereka
dulu jatuh cinta dengan pasangan.
