Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Timur

Kosmetik Palsu Marak Beredar di Pasar Tradisional Makassar

Selasa, 12 Juli 2011 17:40 WITA

Kosmetik Palsu Marak Beredar di Pasar Tradisional Makassar
Tribun Timur/Ilham
Ketua Umum BPOM RI Pusat Agustantina memaparkan maraknya kosmetik palsu yang beredar di pasar tradisional di acara peresmian Gedung Baru BPOM RI Makassar, Selasa (12/7/2011)
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Dua tahun terakhir (2009-2010) Balai Pengawasan Obat dan Makanan BPOM RI di Makassar telah mengidentifikasi adanya peningkatan peredaran kosmetik yang tidak terdaftar di sejumlah pasar tradisional di Makassar.

Identifikasi tersebut dipaparkan kepala BPOM RI Makassar,  Maringan Silitongan MM Apt dalam acara peresmian Gedung Baru BPOM RI Makassar, di depan Gedung BPOM Makassar, Selasa (12/7/2011).

Pada tahun 2009, sebanyak 222 item kosmetik yang tidak terdaftar BPOM dan pada 2011 meningkat menjadi 444 produk kosmetik.

Sementara obat tradisional menurun dari 57 jenis produk pada 2009 menjadi 33  pada 2010. Untuk obat generik 124 pada 2009 menurun menjadi 44 pada 2010.

Meningkatnya peredaran kosmetik ilegal sejak dua tahun terakhir di Makassar diakibatkan ulah pedagang di pasar-pasar tradisional.

Selain memproduksi sendiri, umumnya pedagang di pasar tradisional melakukan pemalsuan terhadap sejumlah produk seperti produk Ponds.

Produk Ponds palsu yang berhasil diringkus BPOM Makassar dipasar tradisional yakni Ponds Mascara Eye Liner, Ponds Mascara, Pond Lipstic 3,5 g, Ponds Sge Miracle, Ponds Detox, dan Ponds Lipice.

Rencananya pada tanggal 15 Juli mendatang, BPOM RI Makassar akan melakukan pemeriksaan di sejumlah pasar tradisional.

Menanggapi kejadian tersebut, ketua umum BPOM RI Pusat Agustantina yang hadir dalam acara peresmian tersebut mengeluhkan kondisi hukum Indonesia yang masih berkutat pada hukum Belanda yang kurang mendukung dalam penanganan distribusi kosmetik, obat-obatan dan makanan yang tidak terdaftar

"Proyustisia pengadilan tidak efektif jadi pengusaha tidak jerah gara-gara hakim selalu memberikan sanksi selalu maksimal tidak ada sanksi minimalnya jadi pelaku tidak gerah kita butuh asas minimal bukan maksimal saja,"kata Agustantina

Rencananya BPOM Makassar akan bekerja sama dengan pihak kepolisian, Dinas kesehatan dan bea cukai untuk melakukan pemeriksaan terhadap pasar tradisional menjelang bulan Ramadhan.

Sekarang ini BPOM Makassar memiliki  unit pengaduan konsumen terhadap produk makanan berhaya dan obat-obatan lainnya.(*/tribun-timur.com)
Penulis: Ilham
Editor: Muh. Irham

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas