Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Timur

Kadisdik Parepare Soroti Pungutan Penerimaan Siswa Baru

Selasa, 28 Juni 2011 14:49 WITA

Kadisdik Parepare Soroti Pungutan Penerimaan Siswa Baru
ist
ilustrasi


PAREPARE, TRIBNUN-TIMUR.COM -- Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Parepare, Mustafa Mappangara, mewarning  sejumlah panitia penerimaan siswa baru (PSB) di sejumlah sekolah agar tak mengambil uang pungutan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mustafa Mappangara, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Selasa (28/6/2011). Tak main main, Mustafa mengkau akan menyiapkan sanksi bagi sejumlah panitia PSB yang masih memungut biaya dalam penerimaan siswa baru.

Selain panitia PSB, Mustafa juga mewanti wanti pihak sekolah agar tidak menerima siswa yang melebihi kapasitias atau kelompok belajar (kelas).” Jika masih ada yang melakukan itu, tentu ada sanksi yang menunggu,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Mustafa Mappangara mengaku akan melakukan pemantauan yang intens di beberapa sekolah baik di tingkatan SD, SMP hingga SMA.” Memang harus ada pengamanan untuk mengantispasi hal hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.

Sehari sebelumnya, Senin (27/6/2011) sekitar 20 calon siswa di SMA Negeri 4 Parepare, terpaksa menelan ludah karena kecewa saat gagal mengikuti ujian masuk karena terlambat datang  di lokasi ujian sesuai dengan jadwal.

Salah satu diantara calon siswa tersebut bernama Fitria. Fitria  yang memegang nomor tes 299 dan nomor formulir 484 bersama belasan rekannya sempat melayangkan protes ke sekolah setempat karena dilarang masuk meski hanya terlambat 30 menit.

"Saya dan teman-teman tiba di sini pukul 08.30 wita, kami terlambat karena hujan. Saya kan tinggal di Soreang, untuk tiba di sini (SMAN 4,red) harus naik pete-pete dua kali, apalagi hujan,” jelas Fitria menceritakan kronologis keterlambatannya.

Ketua Panitia PSB SMAN 4 Parepare, Hamzah saat dikonfirmasi membenarkan adanya beberapa siswa yang tidak diizinkan masuk mengikuti tes. Menurut Hamzah, mereka datang sekitar pukul 09:00 wita, artinya pagar pintu gerbang memang sudah tertutup.

"Ada juga beberapa yang terlambat, tapi kita tolerir, karena keterlambatan mereka tidak terlalu lama dan pintu gerbang belum tertutup, kebijakan ini dilakukan sebagai antisipasi adanya siswa yang memanfaatkan keadaan mengikuti tes disini, padahal mereka juga mengikuti tes di sekolah lainnya," katanya
Penulis: Achwan Ali
Editor: Ina Maharani

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas