Cukur Ketiak Berbahaya, Penyebab Kanker

Namun, membuang bulu ketiak dengan mencukurnya adalah yang paling berbahaya karena kemungkinan timbulnya luka-luka minor lebih besar.

Cukur Ketiak Berbahaya, Penyebab Kanker
ist
ketiak

TRIBUN-TIMUR.COM -- Amati ketiak Anda. Curigai bila terdapat benjolan yang kian membesar tanpa sakit. Bisa jadi benjolan itu adalah gejala limfoma. Dalam bahasa medis disebut sebagai Non-Hodgkin Lymphoma (NHL).

Benjolan tidak normal yang muncul di tubuh memang banyak artinya. Selain bisa diartikan sebagai gejala dari limfoma non Hodgkin, benjolan di ketiak juga bisa hanya abses akibat luka yang meradang.

"Mungkin karena kaum perempuan khususnya lebih sering mencukur bulu ketiak mereka. Tanpa disadari menimbulkan luka yang tidak terlihat, sehingga semakin lama semakin meradang," tutur dr.Ahmad Kurnia, Sp.B(K)-Onk.

Dengan mencukur bulu ketiak, pada ketiak dapat timbul banyak luka tak kasat mata. Pori-pori di daerah ketiak pun akan membesar. Ini memungkinkan toksinin dan zat kimia dari berbagai produk, seperti deodoran, bedak, dan krim dengan mudah memasuki kulit.

Untuk wanita yang kurang menjaga kebersihan, ketiadaan bulu ketiak juga memungkinkan bakteri dan kuman tertimbun di pori-pori dan memudahkan timbulnya abses dan bisul.

Tak hanya itu, luka sayatan yang tertutup dan tertimbun oleh deodoran ini bisa memungkinkan risiko terjadinya kanker payudara. Bisa jadi benjolan yang ada di ketiak tersebut adalah salah satu gejala kanker payudara.

Penjelasannya, pada saat luka sayatan yang tak kasat mata tersebut tertutup oleh deodoran antiperspiran, toksin mudah masuk ke dalam kulit. Sebabnya antiperspiran itu mencegah pengeluaran keringat yang bisa membantu melunturkan toksin yang masuk.

Halaman
123
Editor: Ina Maharani
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help