• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Timur

Di FLS2N, Ada Lomba Menyanyi, Melukis, Menari, dan Pantomim

Selasa, 21 Juni 2011 19:07 WITA
Di FLS2N, Ada Lomba Menyanyi, Melukis, Menari, dan Pantomim
Tribun/Iin
Seorang peserta sedang melukis, dalam kegiatan lomba lukis FLS2N di Pier 52 MGH Makassar, Selasa (21/6/2011). Saat ini perlombaan masih dalam tahap penyisihan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pelajar tingkat nasional berkumpul menjadi satu dalam gelaran Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2011 di Kota Makassar.

Kegiatan yang keempat kalinya digelar Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus&Layanan Khusus (Dit PPK-LK) Dikdas ini merupakan ajang klimaks dari babak penyisihan dari setiap daerah.

33 provinsi bergabung yang dipusatkan di Kota Makassar. Seperti yang terjadi di babak penyisihan, Selasa (21/6/2011). Kegiatan digelar di hotel Makassar Golden, Jl Pasar Ikan No 52 Makassar. FLS2N digelar sejak 19-23 Juni.

Empat kategori lomba, yakni melukis, menyanyi, baca puisi hingga pantonim digelar dalam waktu bersamaan. Setiap nomor lomba diwakili satu peserta yang membawa nama provinsi mereka.

Uniknya, peserta yang berlomba merupakan pelajar dengan kebutuhan khusus. Mulai dari tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa hingga autis. Maka peserta pun datang dari SDLB/SMPLB.

Di babak penyisihan lomba melukis, peserta melukis dengan tema Sayangi Bumiku, Indonesiaku dan Indahnya Negeriku. Peserta menggunakan kertas gambar putih berukuran 60 cm x 70 cm.

Kriteria penilaian tentunya sesuai dengan ketiga tema yang yang dipilih, kreatifitas dan orisinalitas. Untuk Sulsel sendiri, Murtrisna dari SLB Negeri Pakanre Bete menjadi wakilnya. Kegiatan berlangsung di cafe Peer 52 hotel ini.

Bergeser sedikit ke lomba menyanyi. Lomba ini dikhususkan bagi siswa tunanetra dan tunadaksa. Peserta wajib menyanyikan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Tentunya lagu hits Indonesia. Hits Jangan Menyerah milik band D'Masiv menjadi salah satu lagu wajibnya. Teknik vokal dan penampilan sangat dibutuhkan dalam penilaian yang akan disaring menjadi sepuluh finalis ini.

Lain lagi dengan lomba baca puisi. Puisi dibacakan sesuai dengan hasil karya peserta sendiri. Sesuai tema Damai Negeriku, Indahnya Kampungku dan Lestari Budaya Bangsaku. Peserta dinilai dari isi puisi yang sesuai dengan tema yang dipilih, diksi dan orisinalitas. Sedangkan penghayatan, interpretasi dan vokal menjadi dasar dewan juri dalam pembacaan puisinya.

Lomba pantomim sendiri dikhususkan bagi siswa tunarungu dan tunagrahita. Ke-33 peserta membawakan pantomim bertema Latihan Menari, Pergi ke Sekolah, Membantu Ayah di Ladang dan Membersihkan Rumah. Daya interpretasi dan kreatifitas sangat dibutuhkan dalam penampilan peserta.  "Setiap nomor lomba disaring menjadi sepuluh finalis. Mereka akan di adu lagi besoknya (hari ini) untuk mendapatkan pemenangnya," tutur ketua panitia, Abdul Syukur, di Makassar.
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas