F1
Button Juara F1 Kanada Penuh Drama Tabrakan
Button Juara F1 Kanada Penuh Drama Tabrakan
MONTREAL, TRIBUN-TIMUR.COM - Jenson Button berhasil memenangkan GP F1 Kanada yang penuh drama tabrakan akibat hujan membanjiri sirkuit Gilles Villeneuve, Montreal, Minggu (12/6) atau Senin subuh waktu Indonesia. Kemenangannya itu diraih pada lap terakhir, akibat dari kesalahan Sebastian Vettel.
Keberhasilan Button ini berkat perjuangan gigihnya yang dimulai dari posisi menengah. Bahkan ia sempat menjalani drive through penalty. Namun dengan sabar dan didukung performa mobil dan kesalahan Vettel, ia dapat memetik kemenangan pertamanya. Dengan hasil ini, posisinya berada diperingkat kedua sementara dengan 101 angka.
Pebalap Red Bull Vettel yang tingga setengal lap lagi memetik kemenangan keenamnya, pupus lantaran menikung terlalu melebar di tikungan ketiga. Kesalahan itu tidak disia-siakan oleh Button. Padahal, sejak start sampai lap 69, ia terus memimpin tanpa bisa dikejar lawan. Meski gagal, ia tetap memimpin klasemen dengan total 161 angka.
Sedang urutan ketiga direbut rekan setimnya Mark Webber. Pebalap Australia ini sempat bersaing ketat sama Schumacher bahkan dua kali memotong jalur di "chicane" sehingga ia bisa di depan Schumi. Tapi, di jalur lurusnya ia sempat memberinya kembali kepada Schumi. Tapi, jelang satu lap terakhir, ia dapat memastikan posisi ketiganya.
Hamilton korban agresivitasnya
Lomba menempuh 70 lap, diawali dengan para pebalap dipandu oleh safety car (SC) lantaran trek basah akibat hujan. Di sini mobil balap memakai ban basah dan tak ada yang berani gambling menggunakan jenis intermediate.
Saat mobil SC hendak masuk pit pada lap 5, Vettel mulai melambatkan kendaraan agar mobil-mobil yang dibelakangnya ikut mengurangi kecepatan. Begitu melintas di depan pit, dan Vettel melejit, Alonso coba menyalip dari sisi kiri dan kanan, tapi gagal. Sementara Rekan setim Vettel, Mark Webber diserundul Hamilton, sehingga melintir dan membuat posisi pebalap Australia itu melorot.
Begitu juga Button yang terlalu melebar masuk tikungan 6, memberi kesempatan kepada Schumacher melibasnya. Hamilton kembali menujukkan gaya mengemudi yang agresif dan ia hampir bersenggolan dengan Schumi saat hendak menyalip. Kecerobohan Hamilton harus dibayar mahal, di mana dirinya bersenggolan dengan rekan setimnya di lap 8 dan ban kiri belakang pecah akibat menghajar dinding pembatas.
Mobil SC pun masuk. Seandainya Hamilton tetap jalan, dewan juri sedang menginvestigasi dirinya yang menyeruduk Webber. Selain itu, ia sedang diselidiki melanggar kecepatan saat dipandu SC.
Kini, juri kembali menginvestigasi diri Hamilton dengan Button yang seperti sengaja menutup ruang gerak ke kiri. Bisa juga aksi Button itu benar karena ia akan masuk tikungan pertama. Akhirnya, Button diputuskan bersalah dan harus menjalani "drive through penalty" dan posisinya melorot ke-14.
Lepas lap 14, persaingan di depan pun mulai boring. Vettel meninggalkan Alonso 5 detik lebih yan diikuti Massa, Rosberg dan Schumi. Kecuali Button yang terus merangsek ke depan, begitu pula dengan Webber.
Ferrari keliru prediksi cuaca
Pada lap 18 Alonso dan Button sama-sama masuk pit. Keduanya ganti ban intermediate. Namun baru berjalan dua lap hujan kembali membahasi trek, dan keduanya kembali masuk pit tukar ban basah. Posisi Alonso mundur ke-8, tapi ada lima pebalap di depannya belum masuk pit ganti ban.
Bersamaan turun hujan, SC memandu pebalap pada lap 20 untuk ketiga kalinya. Kondisi ini dimanfaatkan Vettel untuk ganti ban, termasuk juga Webber yang sekalian ganti setir karena mengalami gangguan dengan gigi turunnya. Karena hujan tak kunjung henti, lomba dihentikan pada lap 25 dan bendera merah dikibarkan.
Berarti peluang Alonso untuk kembali ke posisi 2, masih terbuka. Pasalnya, beberapa pebalap di depannya sepewrti Kobayashi, Heidfeld, Petrova belum masuk pit mengganti ban.