• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 25 Oktober 2014
Tribun Timur

Video Anak SMP Bone Berhubungan Badan Beredar

Jumat, 20 Mei 2011 06:52 WITA
WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM -  Sejak satu pekan terakhir, warga Kabupaten Bone dihebohkan beredarnya video pelajar salah satu SMP di Bone yang dipaksa berhubungan badan. Video berdurasi 11 menit 11 detik tersebut beredar secara berantai di kalangan pengguna telepon selular di daerah itu.

Dalam tayangan video yang direkam secara sembunyi-sembunyi, seorang pelajar yang masih mengenakan seragam pramuka tengah berhubungan badan dengan seorang pria.

Dalam rekaman itu, pelajar berambut panjang dan berkulit putih terlihat menangis dan meminta untuk pulang. Sedangkan si lelaki sempat mengancam dengan mengepalkan tinju kepada perempuan itu.
Video tersebut merekam adegan yang dilakukan di sebuah kamar rumah di Kecamatan Laparianja (Lapri). Saat ini kasus tersebut telah ditangani Polsek Lapri.

Dikonfirmasi mengenai peredaran video yang diduga dibuat di wilayahnya, Kapolsek Lapri, AKP Wigino membenarkan jika dua orang yang terekam video merupakan warga Laparianja.

Dikatakannya, perempuan yang terekam tengah berhubungan badan, merupakan pelajar kelas IX salah satu SMP di Lapri.

Sedangkan lelaki dalam video itu, Awr alias Cua (20), merupakan warga Dusun Arokkke, Desa Liliriattang, Lapri. Rekaman tersebut diabadikan seorang rekan Awr bernama Hafid (27) secara diam-diam pada April 2011.

Menurut polisi, setelah video beredar, orangtua pelajar putri yang belakangan diketahui aktif sebagai salah satu model remaja sempat melaporkan kejadian yang dialami anaknya.

Namun, saat ini ketiga pelaku yang terlibat dalam rekaman panas tersebut dinyatakan sebagai daftar pencarian orang oleh polisi alias buron.

"Mereka kabur ke Kalimantan, tanpa sepengetahuan orangtua perempuan. Sedangkan si perekam video juga hilang tanpa jejak," kata Wigino.

Ditambahkannya, saat pertama kali melapor di kantor polisi, pelajar putri tersebut mengaku berpacaran dengan pelaku lainnya.

Di lain pihak, Wakasek SMP tempat pelajar bersekolah, Muharram MPd, mengatakan, sekolah sudah menyerahkan kasus pada polisi. "Sejak ikut UN, dia juga sudah tidak muncul lagi. Dengar kabar sudah tidak ada di Bone," katanya.
Editor: Ina Maharani
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
7924 articles 11 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas